Survei Populix: Ini Dia 3 E-commerce Pilihan Konsumen Indonesia!



Tahun ini menjadi momentum emas bagi platform e-commerce di Indonesia. Aktivitas belanja online mengalami peningkatan tajam akibat terbatasnya ruang gerak masyarakat selama pandemi Covid-19. Platform belanja online e-commerce dianggap menjadi jembatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah.


Selama periode 2020 ini, persaingan untuk menggaet jumlah transaksi antar perusahaan platform e-commerce begitu ketat. Setiap perusahaan habis-habisan coba menggaet pengguna melalui berbagai promo mau pun fitur andalannya masing-masing. Beberapa di antaranya sukses besar, namun sebagian lain harus gulung tikar.


E-commerce milik PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom, Blanja.com jadi salah satu yang platform tidak mampu bertahan. Sejak 1 September 2020, Blanja.com harus menepi dari persaingan platform e-commerce di Indonesia.


Persaingan platform e-commerce pada akhirnya semakin mengerucut. Populix coba menggali lebih dalam soal platform e-commerce yang saat ini jadi pilihan para konsumen Indonesia. Dengan survei yang melibatkan 6285 responden, rupanya platform e-commerce ini lah yang saat ini paling difavoritkan masyarakat Indonesia.



1. Shopee

Di tahun ini, “Shopee” dapat dinobatkan sebagai raja ­e-commerce baru di Indonesia. Shopee -berhasil menggeser Tokopedia, e-commerce lokal yang selama ini digadang-gadang menguasai bisnis e-commerce Indonesia. Shopee unggul telak dengan mendapatkan 55% suara responden laki-laki dan 79% responden perempuan.


Keberhasilan Shopee ini tidak lepas dari strategi promosinya yang cerdik. Brand awareness Shopee terbangun berkat materi konten pemasarannya yang mudah diingat konsumen Indonesia.


Dari segi layanan, Shopee terdepan dengan menawarkan promo ongkos kirim dan cashback. Selain itu, Shopee juga memperkuat sisi teknologinya melalui pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan In-app games.


2. Tokopedia

Hasil riset Populix menempatkan Tokopedia sebagai platform e-commerce paling diminati kedua di Indonesia. Tokopedia dipilih oleh 18% responden pria, sementara hanya 7% responden wanita yang memilih e-commerce lokal ini. Di tahun 2020, Tokopedia semakin memperkuat bisnisnya dengan mendapatkan pendanaan dari investor.


Start up berstatus unicorn ini dikabarkan mendapat suntikan dana sebesar US$ 350 juta atau sekitar Rp 5,1 triliun. Google dan Temasek Holdings menjadi dua nama di balik dana segar yang diterima Tokopedia.


Di tahun ini, Tokopedia lebih banyak mengembangkan layanan yang memudahkan mitra usahanya. Tokopedia meluncurkan fitur quick reply chat serta menyediakan weekly summary sales and order bagi mitranya. Sementara bagi konsumen, Tokopedia ingin hadirkan pengalaman belanja langsung bagi konsumen lewat fitur Tokopedia Play.


3. Lazada

platform e-commerce milik Alibaba, Lazada menempati posisi ketiga dengan perolehan 14% responden dan 9% responden wanita. Lazada ikut bersama platform e-commerce lain dalam menggandeng artis Korea sebagai brand ambassador­. Pada November ini, Lazada resmi memperkenalkan aktor termahal di Korea Selatan, Lee Min Ho sebagai Regional Brand Ambassador nya.


Majalah Forbes menyebut ada tiga kunci kesuksesan Lazada. Pertama, platform e-commerce gencar banting harga dengan rajin menggelar promosi. Lalu, kunci kesuksesan Lazada juga berada pada layanan live streaming-nya yang bisa mendongkrak jumlah transaksi. Terakhir, platform e-commerce ini juga memiliki keunggulan dari segmentasi konsumen yang lebih luas ketimbang kompetitornya.


Meski tidak mendominasi, masih ada platform e-commerce lain yang masih eksis di Indonesia, Menurut riset Populix platform yang masih dilirik itu antara lain Bukalapak, JD.ID, dan Blibli.

Baca juga Menelusuri Lebih Jauh Tren Belanja Online Masyarakat Indoneisa

Mendongkrak jumlah transaksi menjadi sasaran para perusahaan e-commerce di Indonesia. Hal itu membawa platform e-commerce pada perang strategi promosi. Dalam situasi pandemi ini, beberapa platform e-commerce tumbang, sementara yang lainnya mendapatkan peluang.


Banyak penjual atau UMKM juga beralih ke online dalam aktivitas bisnisnya. Persaingan jadi makin ketat, belum lagi permintaan dan tren pasar yang cepat berubah. Pastikan Anda sudah buat keputusan bisnis secara efektif dan efisien. Yuk, terus beradaptasi dan berinovasi #DenganData.


logo populix.png
  • Instagram
  • LinkedIn

© 2020. All Right Reserved. Populix | Market Research & Consumer Insights

Address: Jl. Panjang No.38, RW.1, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520

Phone: (021) 22587699