Mengenal Krisis Resesi Ekonomi dan Dampaknya bagi Masyarakat

Updated: Aug 24


resesi ekonomi indonesia, riset pasar populix, survei pasar, bisnis, konsumen

Terhambatnya perdagangan dan sektor industri bisnis lainnya membawa Indonesia ke dalam lubang resesi ekonomi. Menurut Badan Pusat Statistik, muncul minus 5,32% pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 2020 silam.


Fenomena tersebut merupakan salah satu imbas dari pembatasan sosial yang berlaku, sehingga kegiatan pasar juga terpaksa tersendat. Namun, apa sebenarnya apa itu resesi ekonomi? Simak rangkuman Populix tentang topik tersebut dalam ulasan berikut.


Arti Resesi Ekonomi Adalah

Resesi ekonomi adalah fenomena penurunan kegiatan ekonomi secara signifikan yang umumnya terjadi selama paling sebentar tiga bulan hingga beberapa tahun. Tingkat penurunan aktivitas ekonomi itu bisa diketahui berkurangnya Pendapatan Domestik Bruto atau PDB.


Bila pertumbuhan PDB secara dua kuartal mencatatkan hasil negatif, maka Negara tersebut sudah masuk ke dalam fenomena resesi. Pencatatan pertumbuhan ekonomi dalam menentukan kondisi resesi dihitung dengan membandingkan pertumbuhan ekonomi di periode yang sama pada tahun sebelumnya atau year on year.


Resesi Perekonomian Indonesia

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan negara lain di dunia mau tidak mau mengantar mereka ke jurang resesi. Indonesia sendiri mengalami pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua tahun 2020 di angka minus 5,32%.


Masuknya Indonesia ke dalam kondisi resesi mengakibatkan adanya peningkatan penduduk miskin baru pada Maret 2020 lalu dengan angka mencapai 1,28 juta penduduk. Di samping itu, perilaku masyarakat untuk berbelanja juga turun karena pendapatan yang kurang tadi.


Perbedaan resesi dan krisis ekonomi

Seringkali arti resesi ekonomi tumpang tindih dengan pengertian krisis ekonomi. Seperti yang kita tahu, pertimbangan sebuah negara mengalami resesi adalah pertumbuhan ekonomi setahun sebelumnya.


Dalam arti lain, apa itu resesi ekonomi adalah kondisi penurunan ekonomi yang bisa dilihat dari nilai PDB. Sedangkan krisis ekonomi adalah istilah acuan untuk menggambarkan kondisi ekonomi negara yang menurun secara drastis.


Resesi adalah fenomena yang berdampak pada penurunan jumlah lapangan pekerjaan dan peningkatan angka kemiskinan. Sedangkan krisis ekonomi menyebabkan inflasi tinggi.


Penyebab Resesi Ekonomi

Setelah tahu apa itu resesi dan perbedaannya dengan krisis ekonomi, saatnya Anda tahu tentang hal-hal yang menjadi sebab terjadinya fenomena tersebut. Berikut ini sejumlah penyebab resesi ekonomi.


Sering terjadi inflasi dan deflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang secara menerus dalam periode tertentu. Sedangkan kebalikannya, deflasi adalah penurunan harga barang yang terjadi terus menerus dalam suatu periode tertentu.


Keduanya cenderung normal terjadi di setiap negara di dunia. Namun, jika terlalu sering, maka akan menjadi penyebab kematian daya beli konsumen dan perusahaan produksi sendiri. Hal tersebut bisa memicu negara berakhir dalam resesi.


Hutang negara besar dan tidak terkontrol

Jika seorang individu, perusahaan, atau bahkan negara terlalu banyak mengajukan pinjaman atau hutang maka semakin besar pula tanggungan yang harus dibayar. Pendapatan yang harusnya bisa jadi laba untuk dana pengembangan seketika hilang untuk membayar hutang, itupun jika bisa dikontrol dengan baik.