• Populix

Raup Untung Tanpa Modal dengan Bisnis Dropship

Updated: Aug 19

Era Digital telah menciptakan inovasi baru yang sangat dirasakan pelaku bisnis. Melalui internet, sebuah "pasar“ bisa tercipta secara virtual. Kemudahan ini pula yang mendorong lahirnya berbagai model bisnis baru.


Namun, membangun bisnis tidaklah mudah. Bahkan, pelaku usaha kerap gagal sebelum bisnis yang dirintisnya lahir. Ada berbagai faktor yang menghambat pelaku usaha baru di Indonesia, salah satunya ialah terhalang masalah modal.


Kondisi ini diperparah dengan wabah Covid-19 yang membuat pelaku usaha semakin enggan mengambil kredit modal di bank. Hal ini tampak dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat penurunan penyaluran kredit sejak Maret 2020. Pada bulan Juli ini, angka kredit yang disalurkan sebanyak Rp. 5.712 Triliun, turun sebesar 1,8% dibanding bulan Juni. Bagi yang telah mendapat kredit pun, pelaku usaha dihantui kegagalan membayar kredit karena pandemi Covid-19. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross perbankan pada semester I 2020 pun telah melewati ambang batas 3%, yakni sebesar 3,01%.


Kondisi seperti ini menimbulkan pertanyaan, apakah ada model bisnis yang menguntungkan namun resikonya rendah? Peluang model bisnis seperti ini dapat tercipta di era ekonomi digital lewat bisnis Dropship.


Mengenal Model Bisnis Dropship

via Freepik.com


Secara garis besar, dropship adalah perpanjangan tangan supplier atau produsen barang. Dropship ini tidak ubahnya agen yang menjual barang supplier ke konsumen melalui berbagai jenis saluran, mulai dari e-commerce, marketplace, atau pun outlet. Metode itu dibebaskan sesuai dengan kemampuan dropshiper atau pelaku bisnis dropship.


Meski begitu, beberapa orang kerap salah kaprah dengan menyamakan dropshipper dan reseller. Meski mirip, kedua konsep bisnis jelas memiliki perbedaan mencolok. Dropshipper dan reseller sama-sama mengeruk keuntungan dari selisih harga supplier dan harga jual ke konsumen. Bedanya, reseller perlu merogoh kocek di awal dengan membeli produk supplier terlebih dahulu. Lain halnya dengan dropshipper yang tidak perlu mengeluarkan modal untuk membeli produk supplier lebih dulu. Perbedaan ini lah yang membuat dropshipper jadi model bisnis minim risiko.


Minim Risiko

via Freepik.com


Dropship dapat dimulai bahkan ketika anda tidak memiliki modal sama sekali. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena tidak perlu risau soal cara mengembalikan modal di awal. Tidak hanya itu, dropshipper juga lebih leluasa bila mendapati produknya tidak laku di pasaran.


Lain halnya dengan reseller yang memiliki risiko kerugian karena barang gagal terjual. Model bisnis ini semakin minim risiko mengingat dropshipper dapat memperhitungkan sendiri suplai produknya sesuai kemampuan penjualannya masing-masing. Tidak heran, model bisnis ini juga sangat digandrungi sebagai usaha sambilan menambah pemasukan.


Memilih Produk Sesuai Keinginan

via Freepik.com

Sebelum menjual sebuah produk, riset pasar menjadi hal yang sangat diperlukan pelaku usaha. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah produk yang akan anda jual sesuai dengan kebutuhan target pasar anda.


Dengan kata lain, sebelum anda memulai bisnis dropship, anda bisa leluasa menentukan produk atau supplier yang punya potensi penjualan tinggi. Selain itu, anda juga bisa memilih produk yang anda minati sehingga familiar dengan kondisi pasar produk tersebut.


Kelebihan lain bila memilih produk sesuai dengan minat ialah anda dapat membangun kepercayaan konsumen karena mampu menjawab keingintahuannya terhadap produk tersebut. Hal ini juga yang membuat anda bisa mengeksplorasi ide promosi lebih banyak. Hal ini dapat menambah keunikan yang dapat mendorong nilai jual dropshipper.


Pangsa Pasar yang Luas

via Freepik.com

Era internet membuat pelaku bisnis bisa dengan mudah masuk ke berbagai “pasar”. Di Indonesia, sudah tersedia berbagai marketplace yang dapat mempertemukan dropshipper dengan konsumen. Dengan kata lain, anda dapat membuka lebih banyak peluang di era ekonomi digital ini.


Selain di marketplace, media sosial juga bisa dimanfaatkan sebagai saluran promosi dan berjualan. Media sosial tidak hanya digunakan masyarakat Indonesia sebagai tempat membagikan momen saja. Lebih dari itu, media sosial kerap digunakan sebagai saluran mencari informasi seputar produk yang diincar.


Habit itu yang perlu ditangkap pelaku dropshipper untuk gencar melakukan promosi di media sosial. pelaku bisnis juga dimudahkan dengan kelahiran fitur-fitur di media sosial yang menunjang promosi pelaku bisnis.


Dropshipper menjadi model bisnis tanpa modal yang potensial. Perkembangan ekonomi digital tumbuh ke arah positif membuat potensi dropship semakin meluas. Anda dapat membangun bisnis ini bahkan ketika tidak memiliki modal sama sekali.


31 views
logo populix.png
  • Instagram
  • LinkedIn

© 2020. All Right Reserved. Populix | Market Research & Consumer Insights

Address: Jl. Panjang No.38, RW.1, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520

Phone: (021) 22587699