• Populix

Podcast, Primadona Baru Konten Media di Era Digital



Setiap orang punya “teman” masing-masing untuk menemaninya beraktivitas. Beberapa diantara kita biasa ditemani musik favorit, mendengar radio, atau pun menyetel podcast. Ketiganya memiliki persamaan, yakni bisa dinikmati sambil melakukan aktivitas lainnya.


Perkembangan media di era digital memang telah memutus batas-batas penghalang antara khalayak dan konten. kita bisa menikmati konten media favorit di mana saja tanpa terkecuali. Salah satu konten media yang digandrungi belakangan ini ialah siniar atau podcast.


Meski baru populer lima tahun terakhir, sebenarnya podcast di Indonesia sudah ada sejak 2005. Namun, podcast baru dapat tumbuh pesat setelah kelahiran berbagai platform seperti Anchor, Spotify, Google Podcast, hingga Inspigo.


Kepopuleran podcast ini membawa Populix mengetahui habit konsumen Indonesia dalam mengkonsumsi primadona baru konten media di era digital ini. Populix mengumpulkan lebih dari dua ribu responden untuk mendengar pendapatnya soal podcast.


Podcast VS Radio

Podcast dan radio mengusung jenis konten audio. Kemiripan karakteristik kedua media ini yang menjadi perdebatan apakah podcast akan menggantikan media radio. Berdasar riset ini, media radio dan podcast di Indonesia dapat berjalan beriringan.

Sebanyak 48,52% responden mengaku masih mendengarkan radio meski sudah mengenal podcast. di antara keduanya, memang podcast masih lebih sering didengarkan 51,47% responden riset ini. Namun, podcast mengungguli radio dengan hanya selisih 2,9%. Artinya, kedua media masih mendapat animo yang tinggi di masyarakat.


Meski tergolong baru, perolehan intensitas mendengar podcast dibanding radio menjadi pertanda konten media ini telah mendapatkan hati di Indonesia. Pasalnya, sebanyak 71,13% masyarakat telah mendengar podcast, setidaknya sekali dalam enam bulan terakhir.

Keunggulan podcast lainnya ialah sifatnya yang bisa didengarkan kapan saja. hal ini berbeda dengan radio yang masih terpaku pada waktu siaran yang ditentukan oleh stasiun radio tersebut. ditinjau dari waktu mendengarkan, mayoritas pendengar podcast Indonesia mengonsumsi podcast pada malam hari. Lebih dari separuh, tepatnya 64,17% responden mengaku kerap mendengar podcast di malam hari.



Populer Berkat Sifatnya yang On Demand

Animo masyarakat yang tinggi terhadap podcast semakin tereskalasi berkat kehadiran berbagai platform penyedia podcast. kehadiran berbagai platform itu semakin memudahkan masyarakat mengakses podcast sesuai dengan ketersediaan platform di gawainya masing-masing.


Meski beragam, podcast masih dikuasai oleh pemain besar seperti Spotify dan Google podcast. merujuk pada survey Populix, 65,2% responden memilih Spotify sebagai platform mendengarkan podcast favoritnya. Disusul dengan Google Podcast yang mendapat 22,2% dan Soundcloud dengan raihan presentase 5,78%. Sementara itu, platform penyedia podcast lokal, yakni Inspigo masih belum bisa bercokol di peringkat atas karena hanya mampu menarik perhatian 0,84% responden.


Variasi tidak hanya terbatas pada platform saja. dari segi konten, podcast berhasil dilirik masyarakat karena sifatnya yang on demand dan bisa menyesuaikan preferensi pendengar. Hal ini pula yang menjadi alasan utama masyarakat mendengarkan Podcast. sebanyak 40,56% responden mengaku ketersediaan topik atau bahasan favoritnya di podcast lah yang jadi alasan utama mengakses media audio ini.


Topik soal gaya hidup tercatat sebagai topik yang paling diminati responden dengan persentase mencapai 32,99%. Setelah itu, masyarakat Indonesia tergolong doyan mendengarkan informasi seputar dunia entertainment yang menduduki peringkat kedua dengan 18,99%. Podcast juga mulai dilirik sebagai media pembelajaran. Pasalnya, sebanyak 18% responden mengaku sering mendengarkan podcast yang mengangkat topik seputar edukasi.


Tergolong sebagai pemain baru, rupanya masih banyak format konten podcast yang masih bisa dieksplorasi. Selama ini, kita mengenal podcast sebagai media audio di mana podcaster atau pemandu podcast saling berbincang satu sama lain soal topik tertentu. Rupanya, format lain podcast mulai digandrungi oleh masyarakat Indonesia.


Menurut hasil survei, sebanyak 19,62% responden menaruh minat tinggi dengan format audio cinema di podcast. salah satu audio cinema yang mencuri perhatian ialah “Mau Gak Mau” dari podcast RAPOT yang patut anda dengarkan. Sementara itu, format podcast Monolog juga diminati sebanyak 15,21% responden. Untuk format ini, Podcast Menjadi Manusia dapat menjadi referensi anda dalam mengeksplorasi format-format baru podcast.


Podcast berhasil berkembang sebagai primadona baru konten media di era digital ini. dari sekadar bincang-bincang, podcast telah berubah jadi industri media yang bisa dimonetisasi. momentum tepat kepopuleran podcast dapat menjadi kesempatan mengembangkan bisnis dengan menjadikan podcast sebagai saluran promosi bisnis anda.


47 views
logo populix.png
  • Instagram
  • LinkedIn

© 2020. All Right Reserved. Populix | Market Research & Consumer Insights

Address: Jl. Panjang No.38, RW.1, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520

Phone: (021) 22587699