Pemicu Utama Start Up Melakukan Pivot Bisnis

Updated: May 7


start up pivoting

Dunia start up bergerak dengan sangat dinamis. Ada start up yang mampu menggaet konsumen dalam waktu singkat. Di sisi lain, perjalanan panjang harus ditempuh beberapa start up hingga produknya diterima oleh pasar.


Promosi produk di media sosial, menawarkan potongan harga, dan ratusan strategi lain telah dilakukan. Sayangnya, berbagai upaya tersebut terkadang tidak membuahkan hasil yang signifikan. Meski telah lakukan berbagai cara, sudah saatnya berpikir bahwa ada yang salah dengan bisnis anda.

Baca juga 5 Penyebab Utama Start Up Bangkrut

Bisnis yang tidak kunjung berkembang jadi indikasi untuk melakukan pivot. Pivot ialah mengubah model bisnis start up tanpa mengubah atau mengganti visi bisnis start up tersebut. Pivoting menjadi solusi menghindari kebangkrutan sebuah start up. Beberapa kondisi ini yang menjadi pemicu utama start up melakukan pivot.


Keliru Menganalisis Pasar

bisnis pivot, bisnis pivoting, riset pasar, market research, target pasar

via Freepik


Sebuah bisnis tentu memiliki target pasarnya tersendiri. Dengan asumsi produknya sangat berguna bagi kalangan tertentu, sebuah start up kerap terburu-buru hadirkan sebuah produk. Hal ini lah yang pada akhirnya membuat produk bisnis tidak diterima oleh pasar.


Kesalahan itu juga yang dialami start up asal Kota Yogyakarta Fitiline. Start up ini awalnya merupakan platform belajar fashion online yang menyasar pengrajin pakaian. Namun, pasar yang ditargetkan Fitiline tidak tepat sasaran mengingat masih banyak pengrajin pakaian yang tidak melek teknologi. Sehingga, platform e-learning yang diusung Fitiline tidak mampu berkembang


Fitiline terselamatkan setelah melakukan Pivoting dengan berubah menjadi start Up Business To Business (B2B) fashion. Tidak berhasil menggaet pengrajin menggunakan e-learning­-nya, Fitilne akhirnya menggandeng pengrajin pakaian tersebut menjadi mitra. Hingga akhirnya, Fitiline menjadi start up yang menghubungkan masyarakat yang ingin membuat pakaian seragam dengan pengrajin pakaian pilihannya.


Tidak Mengetahui Keunggulan Produk

market research, riset pasar, bisnis

via Freepik


Menghadirkan banyak fitur produk tidak selamanya membuahkan hasil maksimal. Dari tujuan menggaet dan memenuhi berbagai kebutuhan konsumen dalam satu produk, strategi ini justru dapat jadi bumerang bagi bisnis anda. Pasalnya, fitur yang terlalu banyak membuat produk menjadi tidak fokus serta berpotensi menutupi keunggulan utama produk tersebut.