• Populix

Menghadapi New Normal dengan Riset Pasar

Updated: 4 days ago

Pandemi yang mulai merebak pada bulan maret 2020, telah mengubah banyak hal. Banyak negara memberlakukan aturan yang membatasi mobilitas warganya guna memutus rantai penyebaran virus.


Akibat dari pembatasan secara masif dalam skala global memberikan dampak signifikan pada perekonomian. Bahkan beberapa sektor yang tampak stabil dan menjanjikan mampu runtuh hanya dalam hitungan minggu.


Kita telah memasuki era new normal. Era new normal diawali dengan kondisi pasar yang tidak menentu, mengharuskan brand untuk segera beradaptasi dan menentukan strategi bisnis baru.


Memahami Kondisi Pasar

via Freepik


Setiap brand harus mampu mengenali kondisi pasar dengan riset pasar. Melalui riset pasar, kita mampu mengetahui apa yang konsumen butuhkan hingga tren apa yang sedang disukai.


Adanya tren travelling, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata selama satu dekade ini membuat bisnis-bisnis baru bermunculan. Untuk mengimbangi lonjakan permintaan, ketersediaan transportasi dan penginapan/hotel pun melonjak tinggi, terutama untuk daerah wisata seperti Jogja dan Bali.


Online Travel Agent (OTA) contohnya. Kehadiran OTA sebagai pihak ketiga sangat membantu konsumen untuk merencanakan perjalanan tanpa banyak energi dan waktu. Tingginya demand OTA, membuat sektor ini tumbuh sangat cepat dan mendapat banyak perhatian para investor.


Sayangnya, proyeksi riset pasar untuk OTA berubah total sejak pandemi datang. Adanya pembatasan perjalanan mengakibatkan mobilitas dan kebutuhan OTA menurun drastis. Melihat perkembangan tren travelling yang semakin menurun dan tidak pasti, beberapa perusahaan akhirnya menyatakan untuk menutup usahanya, salah satunya adalah Airy Rooms yang resmi tutup pada 31 Mei kemarin.


Menambah Produk Baru

via Freepik


Selain memahami keadaan pasar, brand juga harus peka dalam mencari kesempatan untuk berkembang melalui market research. Dengan riset pasar, maka brand dapat memetakan kebutuhan pasar dan mengkonversikan menjadi produk baru yang memenuhi kebutuhan.


Dokter dan tenaga medis menganjurkan untuk selalu menjaga imun tubuh agar tidak mudah sakit dan tertular virus selama pandemi. Bagi masyarakat Indonesia, minum jamu adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan kebugaran.


Melihat tren jamu dan herbal yang semakin gencar, beberapa kedai kopi yang semula fokus pada minum kopi susu meluncurkan produk jamu dan herbal guna meningkatkan profit. Selain itu, produk-produk jamu juga dikemas dalam porsi botol untuk 4-5 porsi sehingga kuantitas penjualan lebih banyak dibandingkan dengan penjualan per cup.


Modifikasi Produk

via Instagram

Salah satu cakupan data riset pasar yang solid yaitu adanya perubahan perilaku konsumen. Dengan mengetahui apa yang berubah dengan perilaku konsumen, maka kita dapat menyusun strategi yang mampu beradaptasi dengan kondisi pasar yang lebih terkini.


Perilaku konsumen yang terjadi selama pandemi memiliki perbedaan mencolok. Jika menggunakan pola pikir lama untuk menarik konsumen tentu tidak akan tepat sasaran.


Jika biasanya lebaran digunakan sebagai ajang reuni dan berkumpul, selama pandemi tradisi ini tidak memungkinkan untuk dilakukan.Sebagai ganti penyambung tali silaturahmi, banyak konsumen yang memutuskan untuk mengirim parsel ke teman maupun kerabat.


Untuk produk-produk yang biasa dijual satuan, momen seperti lebaran ini dapat digunakan untuk pembelian bundle sebagai hantaran. Pengemasan yang menarik dapat digunakan sebagai selling point brand kita.


Pengambilan keputusan-keputusan yang strategis berdasarkan data yang tepat mampu menambah profit secara signifikan selama pandemi. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk membuka peluang niche baru.


Apabila ingin mulai melakukan riset pasar, percayakan kepada Populix agar Anda dapat mengambil keputusan yang tepat dan mengetahui kebutuhan konsumen lebih jauh.

logo populix.png
  • Instagram
  • LinkedIn

© 2020. All Right Reserved. Populix | Market Research & Consumer Insights

Address: Jl. Panjang No.38, RW.1, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520

Phone: (021) 22587699