• Populix

Mengenal Emas, Investasi Kebal Krisis

Tidak dapat dipungkiri, Pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa terhadap perekonomian Indonesia. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kewajiban bekerja dari rumah atau work from home, hingga potongan pendapatan dialami banyak masyarakat Indonesia.


Dalam mengatasi kesulitan keuangan, banyak orang langsung bergerak cepat dengan mencari sumber penghasilan tambahan. Bagi mereka yang terampil memasak, bisnis kuliner pun dijajal. Sementara itu, beberapa juga beralih mencoba model bisnis dropship yang minim modal dan mudah dilakukan.


Baca juga 10 Ide Usaha Sampingan yang Cocok Untuk  Milenial

Di sisi lainnya, masyarakat Indonesia memilih berinvestasi sebagai solusi memperbaiki keuangannya. Populix menangkap tren investasi tersebut dalam sebuah riset bersama Dailysocial yang melibatkan 209 responden.


Reksadana menjadi instrumen investasi terpopuler di Indonesia. sebanyak 67% responden memilih menanamkan dananya di reksadana. Dengan selisih tipis, emas merupakan investasi populer kedua yang dipilih dengan raihan angka 62,7%. Kepopuleran emas di Indonesia tereskalasi di masa krisis seperti saat ini.


Di saat jenis investasi lain jatuh ke dalam jurang ketidakpastian, nilai investasi emas justru semakin melaju kencang. Ketidakpastian investasi menghantui para investor di Indonesia. namun, tidak bagi mereka yang berinvestasi di emas. Instrumen investasi ini memang terkenal minim resiko, terutama di tengah krisis.


Harga Emas Terus Melonjak

via Pixabay

Prospek emas di Indonesia tengah mengalami kemajuan pesat. Pasalnya, harga emas terus melaju kencang meski Indonesia diterpa perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketidakpastian ekonomi membuat mereka beralih ke investasi emas untuk mengamankan asetnya.


Karakteristik investasi emas yang minim resiko menjadikan emas dipilih sebagai salah satu investasi di tengah masa krisis. Hal ini pula yang mengerek harga emas karena terjadi lonjakan permintaan. Meski dikenal sebagai investasi minim resiko, perlu perhitungan tepat untuk memaksimalkan investasi emas. Hal ini tidak lepas dari market research mendalam yang mesti diamati oleh investor.


Emas Sebagai Safe haven Asset

via Pixabay


Emas ialah investasi yang memiliki label safe haven asset. Artinya, investasi ini tergolong minim risiko dan rasio keuntungan yang kecil. Dibandingkan dengan saham yang terpengaruh perlambatan ekonomi, investasi emas kebal terhadap hal tersebut karena sifatnya yang tidak tergantung pada pergerakan pasar modal.


Investasi emas juga tidak terpengaruh nilainya oleh adanya inflasi. Nilai emas dipengaruhi oleh proses permintaan dan penawaran pasar. Selama memiliki permintaan tinggi, harga logam mulia ini tentu akan naik. Hal ini membuat investasi emas semakin dilirik di masa pandemi ini.


Berinvestasi logam mulia sebagai sumber penghasilan baru di masa pandemi lebih aman ketimbang instrumen investasi lainnya. Aspek keamanan yang membuat terjadinya lonjakan permintaan emas dan berimbas pada harga logam mulia yang terus tereskalasi. Terlebih, emas menjadi instrumen investasi yang tidak terdampak inflasi. Di tengah krisis ini, emas membuat sederet perusahaan ini mendulang keuntungan lebih.


Pilihan Platform Investasi Emas Terpopuler di Indonesia

Investasi emas yang semakin populer berbanding lurus dengan kehadiran platform investasi ini. Berbagai pilihan platform kini mulai menyadari tren berinvestasi masyarakat Indonesia dengan kemunculan fitur investasi emas. Riset Populix bersama Dailysocial mengungkap, ada beberapa pilihan platform investasi emas terpopuler di Indonesia.


Tokopedia Emas dinobatkan sebagai platform terpopuler karena 43,5% responden mengaku memilihnya untuk berinvestasi logam mulia ini. Dominasi Tokopedia begitu terasa karena selisih suara responden yang begitu besar dengan platform lainnya.


Platform yang dikelola oleh negara, yakni Pegadaian berada di posisi kedua dengan total suara sebesar 14,5%. beberapa platform pilihan lainnya secara berurutan ialah Buka Emas (12,2%), Bareksa (5,3%), Tamasia (5,3%), hingga E-Mas (4,6%).


Kekebalan emas terhadap krisis menjadi pertimbangan lain bagi anda untuk berinvestasi atau mengamankan aset di tengah perlambatan ekonomi ini. Dengan begitu, krisis keuangan mampu anda hindari karena memiliki aset yang tidak terpengaruh perekonomian global.


logo populix.png
  • Instagram
  • LinkedIn

© 2020. All Right Reserved. Populix | Market Research & Consumer Insights

Address: Jl. Panjang No.38, RW.1, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520

Phone: (021) 22587699