Memandang New Normal dari Kacamata Pekerja

Updated: May 7


new normal, new normal indonesia, research, normal baru

Pandemi Covid-19 saat ini masih mewabah di Indonesia. Angka kasus positif Covid-19 pun terus bermunculan setiap harinya. Pandemi ini pula yang ‘memukul’ perekonomian Indonesia. Setelah pembatasan sosial diberlakukan pemerintah selama lebih dari dua bulan, Indonesia akan menyambut new normal.


New normal atau kebiasaan baru ini telah dicanangkan pemerintah agar masyarakat dapat beraktivitas kembali, namun dengan mengikuti protokol kesehatan. Kementrian Kesehatan Indonesia juga telah merampungkan protokol pencegahan lewat Surat Keputusan (SK) Kementerian Kesehatan Nomor HK 02.02/II/753/2020, aktivitas perekonomian diizinkan kembali beroperasi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.


Keputusan tersebut tentu memberi rambu hijau bagi pekerja untuk kembali beraktivitas di kantor. Namun, ngantor kali ini akan terasa berbeda dengan masa sebelum adanya pandemi. Pasalnya, kita harus tetap menjaga jarak dan meminimalisir kontak fisik selama bekerja.


New normal ini ditanggapi secara beragam oleh masyarakat Indonesia. Survei Populix menggali lebih dalam soal optimisme kalangan pekerja menyambut new normal. Survei yang menggandeng 584 responden ini mencari tahu bagaimana rasanya ngantor di masa new normal.


new normal, new normal indonesia, research, market research, survei, survey

Survei Populix juga menunjukan bahwa responden dari kalangan menengah adalah masyarakat yang paling optimis dengan diberlakukannya aturan new normal. Sedangkan, masyarakat kalangan bawah memandang pesimis kebijakan tersebut, hal ini dapat dikarenakan faktor tingkat kesejahteraan yang rendah serta terbatasnya akses layanan kesehatan.


Starter Pack Baru

Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah gencar mendorong masyarakat dunia menggunakan masker. Masker ini dinilai WHO ampuh menurunkan potensi penularan Covid-19 hingga 75%. Di kalangan pekerja sendiri, 88% pekerja menyatakan perusahaannya mewajibkan pemakaian masker selama bekerja dan di perjalanan.

new normal, research, market research, new normal indonesia

Starter pack lain di masa new normal ialah desinfektan dan hand sanitizer. Adanya potensi penularan melalui benda mati menjadi sorotan agar perkantoran secara rutin menyemprot disinfektan dan menyediakan hand sanitizer Berdasar hasil survei Populix, sebanyak 86% perusahaan responden telah kooperatif menyediakan spray disinfectant dan hand sanitizer yang jadi ‘senjata’ baru pekerja mencegah penularan Covid-19 ini.


Populix juga mencatat, sebanyak 97% responden mengaku rutin mengenakan masker serta 87% menggunakan hand sanitizer. Kedua start pack tersebut telah disadari masyarakat sebagai barang bawaan wajib ketika meninggalkan rumah. Meski begitu, masyarakat kalangan bawah menurut survei ini lebih jarang memakai masker dibanding kalangan menengah ke atas. Dengan kata lain, perlu ada edukasi kebiasaan baru yang menyasar kalangan bawah dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah.


Menjaga Jarak Kerja Tanpa Mengurangi Produktivi