• Ghesty Nuraini

5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Melakukan Social Distancing

Updated: Apr 28

Di tengah pandemi COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan setiap harinya, pemerintah akhirnya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya di DKI Jakarta, yang merupakan episentrum penyebaran wabah Covid-19. Sejak awal, pemerintah sudah menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan physical distancing untuk menekan laju penyebaran. Beberapa hal yang dilakukan diantaranya meliburkan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan dan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.


Kebijakan tersebut berdampak pada perilaku masyarakat yang harus beradaptasi dengan berbagai pembatasan yang dilakukan pemerintah. Dengan melakukan social distancing, secara otomatis juga membuat masyarakat di rumah membaca dan menonton berita lebih sering. Segala jenis informasi yang didapatkan, termasuk berita negatif atau hoax, dapat memicu perasaan cemas, khawatir, hingga menimbulkan efek psikomatik, yaitu gangguan kesehatan fisik akibat tekanan secara psikologis.


Reaksi lainnya yang sering terjadi yaitu kesal, bosan, hingga kesepian. Karena, sebagai makhluk sosial yang terbiasa dengan berkumpul dan berinteraksi, kondisi isolasi diri dalam waktu yang lama akan menimbulkan rasa tidak nyaman.


Lalu, bagaimana cara berdamai dengan kondisi mental di rumah saat melakukan social distancing?


Dilansir dari Psychology Today, rasa cemas yang berlebihan di masa pandemi ini malah berisiko menjadikan seseorang rentan terpapar penyakit tersebut. Hal tersebut dikarenakan emosi negatif dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.


Oleh sebab itu, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan mencuci tangan demi mencegah penularan virus. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi rasa cemas di tengah pandemik corona.


1. Membatasi melihat berita terkait virus Corona


Designed by Freepik


Tanpa disadari, informasi negatif atau hoax dapat memicu rasa khawatir dan gelisah. Dr. Saltz seorang profesor dan psikiater di di Rumah Sakit Presbyterian New York menyarankan untuk membatasi melihat berita-berita. Oleh sebab itu, pastikan berita yang dikonsumsi berasal dari sumber yang kredibel dan ikuti perkembangan terkait virus corona cukup sekali saja.


2. Lakukan olahraga ringan di rumah


Designed by Freepik


Berada di rumah bukan hambatan untuk tetap aktif berolahraga agar tetap bugar. Banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan di rumah, seperti yoga dan melakukan gerakan senam dengan bantuan tutorial aplikasi atau video youtube. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi stres, cemas dan meningkatkan kualitas tidur.


3. Mencoba aktivitas baru atau melakukan kegiatan yang disukai.


Designed by Freepik


Cobalah melakukan hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya seperti membuat kue, kopi dalgona, menjahit masker kain dan lain sebagainya. Selain itu, alihkan perhatian dengan menonton film favorit atau mendalami hobi yang diminati.


4. Tetap terhubung dengan orang terdekat


Designed by Freepik


Manfaatkan masa social distancing untuk menghabiskan waktu agar lebih dekat dengan keluarga. Tetap terkoneksi dengan orang-orang terdekat bisa berdampak baik untuk kesehatan mental selama berada di rumah.


5. Manfaatkan aplikasi yang bisa mengusir rasa bosan



Untuk mengurangi kebosanan, banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk menemani aktivitas selama di rumah. Mulai dari aplikasi video atau musik streaming, game, hingga aplikasi untuk membaca e-book. Selain itu, kamu juga bisa killing time sambil isi survei harian di Aplikasi Populix, mobile online survey yang menawarkan benefit menarik dengan bergabung menjadi respondennya.


0 views
logo populix.png
  • Instagram
  • LinkedIn

© 2020. All Right Reserved. Populix | Market Research & Consumer Insights

Address: Jl. Panjang No.38, RW.1, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520

Phone: (021) 22587699