Apa itu Work Life Balance? Ini Pentingnya dan Cara Meraihnya
Populix

Apa itu Work Life Balance? Ini Pentingnya dan Cara Meraihnya

1 tahun yang lalu 6 MENIT MEMBACA

Sudah akrab kah Anda dengan kata-kata work life balance? Istilah ini merujuk pada seimbangnya dunia kerja dan kehidupan pribadi seorang pekerja. Jadi, apabila Anda tengah merasa suntuk karena tugas-tugas di kantor atau sedikit burnout, mungkin work life balance adalah hal yang perlu Anda terapkan sekarang juga.

Bagi sebagian orang, menyeimbangkan karir dan kehidupan pribadi tidaklah mudah. Pasalnya, masih banyak pekerja yang terjebak stress akibat tekanan beban pekerjaan. Tapi, jangan khawatir. Yuk mulai bangun kondisi work life balance yang tepat sesuai penjelasan di bawah ini.

Pengertian Work Life Balance

Dalam bahasa Indonesia, arti work life balance adalah keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Meski banyak teori yang telah dikemukakan para ahli, secara sederhana pengertian work life balance adalah kondisi di mana pekerja dapat mengatur waktunya dengan baik sehingga tercipta suatu kehidupan seimbang antara karir dan urusan pribadinya.

Idealnya, manajemen waktu antara pekerjaan dan kehidupan di luar profesinya haruslah seimbang. Walau tidak mudah, seseorang dengan work life balance yang baik akan mendapat banyak keuntungan. Bagaimana tidak, selain produktif di kantor, mental kesehatan mereka juga akan lebih sehat dan terjaga karena lingkungannya yang mendukung.

Manfaat Work Life Balance

Tak hanya satu atau dua, tetapi terdapat empat manfaat dari terciptanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Ini dia daftarnya:

1. Menjadi lebih bahagia

2. Mengurangi stress akibat pekerjaan

3. Meningkatkan performa di tempat kerja maupun saat beraktivitas di rumah

4. Terhindari dari berbagai penyakit penyebab stress

Faktor yang Mempengaruhi Work Life Balance

Setidaknya, ada 4 faktor pendukung yang dapat menciptakan keseimbangan kerja dan kehidupan. Keempat faktor yang mempengaruhi work life balance adalah sebagai berikut.

1. Sikap

Termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi work life balance, sikap adalah evaluasi berbagai aspek dalam dunia sosial. Komponen-komponen seperti perasaan dan kecenderungan untuk bertindak serta pengetahuan adalah bagian dari sifat yang berbeda pada setiap orangnya.

2. Karakteristik kepribadian

Selain berdampak pada kehidupan sosial, karakteristik kepribadian ternyata juga berpengaruh terhadap aktivitas karir. Seseorang dengan semangat kerja tinggi akan lebih memberikan dampak positif dibandingkan dengan mereka yang merasa rendah diri dan selalu melihat dirinya tidak mampu.

3. Karakteristik keluarga

Terkadang, latar belakang keluarga yang berbeda setiap individu juga dapat mempengaruhi bagaimana keseimbangan hidup seseorang tersebut. Biasanya, faktor-faktor seperti ada atau tidaknya konflik bisa memberikan dampak terhadap karir seseorang.

4. Karakteristik pekerjaan

Beragamnya karakteristik pekerjaan setiap individu merupakan faktor yang mempengaruhi work life balance. Karakteristik pekerjaan di sini mencakup beban kerja, pola kerja serta waktu yang dipakai untuk bekerja. Ketiga hal tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab adanya konflik.

Apabila Anda tengah butuh penyemangat atau motivasi untuk diri sendiri, jangan ragu membaca kiat-kiat sukses atau motivasi kerja di bawah sebagai upaya mengembalikan semangat yang hilang.

Baca juga: 30 Kata-kata Motivasi Kerja, Boost Semangat Kerja Makin Giat

Tips Mencapai Work Life Balance

Untuk mencapainya, perlu keuletan serta kesabaran ekstra dalam membagi waktu agar kehidupan karir dan pribadinya seimbang. Beberapa tips untuk mencapai work life balance adalah

1. Tentukan prioritas

Manajemen waktu tiap orang tidak bisa disamaratakan, mengingat mereka punya skala prioritasnya masing-masing. Untuk itu, usahakan untuk mengatur jadwal keseharian Anda sesuai kebutuhan dan aksentuasinya. Mengatur waktu dengan menentukan urutan prioritas dapat membantu Anda untuk membagi tanggung jawab kegiatan sehari-hari.

2. Coba hal baru

Banyak orang mengalami stress akibat merasa penat akan rutinitas keseharian yang itu-itu saja. Sesekali, cobalah untuk melakukan hal baru di luar keseharian, seperti memancing, berkuda atau sesederhana belajar membuat kopi. Hal-hal kecil yang sering dianggap remeh terkadang juga bisa memberikan dampak positif untuk suasana hati Anda.

3. Tidak membawa pekerjaan ke rumah

Sebaiknya, urusan pekerjaan cukup diselesaikan di kantor saja. Jangan sampai, Anda membawanya pulang ke rumah. Sebab, meninggalkan urusan kerja di kantor dapat membantu Anda untuk fokus dan mengembalikan energi setelah seharian penat bekerja sehingga lebih produktif.

4. Ambil waktu untuk me time

Sesekali, luangkanlah waktu untuk memanjakan diri sendiri. Apalagi setelah terlalu fokus bekerja, mengambil cuti liburan, pijat, yoga ataupun berendam air panas saat akhir pekan baik dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan mental Anda. Suasana hati yang positif setelah me time tentu akan memberikan dampak baik juga terhadap produktivitas kerja Anda nantinya.

5. Berbagi keluh kesah dengan orang terpercaya

Meski merasa tidak ingin membebani orang lain, berbagi keluh kesah dengan sekitar adalah salah satu jalan terbaik saat Anda merasa penat dan stress akan pekerjaan. Walau tidak menghilangkan penat dan menyelesaikan masalah secara langsung, setidaknya kondisi kesehatan mental Anda tidak semakin buruk akibat memendam lelah sendiri.

6. Luangkan waktu untuk melakukan hobi

Fokus bekerja bukan berarti membuat Anda harus menyisihkan apalagi melupakan hobi yang disenangi. Solusinya, manfaatkan waktu libur untuk beristirahat cukup dan melakukan aktivitas favorit Anda seperti berkebun, menonton film, membaca buku, menulis, bermain game, mendengarkan musik, berlibur dan lain sebagainya.

7. Jangan sungkan meminta bantuan

Terkadang karena tidak ingin dianggap bodoh dan tak kompeten, beberapa orang merasa sungkan untuk meminta bantuan. Padahal, meminta bantuan kepada orang lain saat merasa tidak mampu bukanlah suatu aib ataupun kesalahan. Sesekali, tak ada salahnya untuk meminta bantuan agar pekerjaan dapat segera diselesaikan.

Work Life Balance Quotes

Agar lebih bersemangat, berikut beberapa work life balance quotes inspiratif yang bisa jadi salah satu motivasi untuk Anda.

1. “Never get so busy making a living that you forget to make a life.” (Dolly Parton)

Artinya: Jangan terlalu sibuk mencari kehidupan sampai-sampai kamu lupa untuk membuat kehidupan.

2. “Either you run the day, or the day runs you.” (Jim Rohn)

Artinya: Antara kamu yang menghabiskan hari, atau hari yang menghabiskanmu.

3. “The key is not to prioritize whats on your schedule, but to schedule your priorities.” (Matthew Kelly)

Artinya: Kuncinya adalah bukan memprioritaskan apa yang ada jadi jadwal, tapi untuk menjadwalkan prioritasmu.

4. “Always take some of the play, fun, freedom, and wonder of the weekend into your week and your work.” (Rasheed Ogunlaru)

Artinya: Selalu ambil beberapa waktu untuk bermain, bersenang-senang, kebebasan dan bayangkan akhir pekan ke dalam minggu dan kerjamu.

5. “You don’t have to make yourself miserable to be successful.” (Andrew Wilkinson)

Artinya: Kamu tidak harus membuat dirimu berantakan untuk bisa berhasil/sukses.

Kini Anda telah mengetahui pengertian, faktor, strategi hingga kumpulan work life balance quotes. Semoga dengan artikel kali ini, Anda bisa menciptakan produktivitas yang seimbang antara karir dan kehidupan pribadi.

Baca juga: Apa itu Stakeholder? Arti, Contoh, Jenis dan Perannya dalam Bisnis

Artikel Terkait
Apa itu Wanprestasi? Pengertian, Penyebab, Unsur, dan Hukum
Dalam dunia bisnis, wanprestasi adalah suatu hal yang tidak asing. Apa itu wanprestasi? Menurut bahasa Belanda, wanprestasi artinya tidak dipenuhinya kewajiban dalam suatu perikatan. Atau sederhananya, pelanggaran kontrak secara sepihak. Yup, adanya kontrak atau perjanjian seharusnya dijalani dan dipatuhi sesuai kesepakatan. Namun, tak jarang kontrak dilanggar oleh pihak lain dengan berbagai alasan. Tentunya ini memberikan […]
<strong>Riset Populix dan Teman Bumil: Pengaruh COVID-19 Terhadap Kehamilan di Indonesia</strong>
Diperbarui: 7 Mei 2021 Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini, mengubah banyak sekali aspek dalam kehidupan kita. Hampir semua keputusan diambil berdasarkan situasi terkini pandemi. Salah satunya, keputusan keluarga untuk memiliki atau menambah momongan. Sejak ada himbauan stay-at-home, intensitas interaksi pasangan suami istri di rumah jadi lebih sering dari biasanya. Akses terhadap alat kontrasepsi dan […]
Responden Penelitian: Karakteristik, Syarat, dan Contohnya
Saat melakukan penelitian, responden adalah salah satu hal yang pasti Anda perlukan. Biasanya, responden penelitian inilah yang akan menjawab kuesioner dalam riset kuantitatif. Sedangkan pada penelitian kualitatif, responden umumnya berperan aktif lewat kegiatan wawancara. Berikut Populix sajikan ulasan seputar apa itu responden secara lengkap, mulai dari pengertian dan contohnya. Yuk simak! Apa itu Responden? Responden […]