Cara Up Selling dan Cross Selling untuk Maksimalkan Penjualan
Populix

Cara Up Selling dan Cross Selling untuk Maksimalkan Penjualan

4 bulan yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Jika berbicara tentang digital marketing, pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah up selling. Ya, Up selling adalah strategi pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan keinginan konsumen membeli produk dengan harga dan kualitas lebih tinggi.

Meski sering digunakan, ternyata masih banyak digital marketer yang belum bisa membedakan up selling dan cross selling, lho. Jika Anda masih bingung apa itu up selling, jangan khawatir. Kali ini Populix akan mengupas tuntas apa itu up selling hingga tips menggunakannya. Simak terus ulasannya, ya!

Apa itu up selling dan cross selling?

Pengertian up selling adalah strategi marketing untuk memaksimalkan penjualan dengan mendorong konsumen untuk membelanjakan lebih banyak uangnya lewat penawaran produk alternatif premium yang nilainya lebih mahal dari pilihan awal konsumen.

Sementara itu, cross selling adalah teknik marketing untuk membuat konsumen membeli lebih banyak produk dengan menawarkan produk lain yang dapat melengkapi fungsi dari produk utama.

Meski dilakukan dengan cara berbeda, tujuan dari kedua teknik marketing ini sama-sama untuk memaksimalkan penjualan serta meningkatkan profit.

Perbedaan up selling dan cross selling

Meski sama-sama bertujuan memaksimalkan penjualan dengan membuat konsumen berbelanja lebih banyak dari yang mereka inginkan, terdapat perbedaan antara up selling dan cross selling. Apa saja perbedaannya? Simak ulasan di bawah ini, ya.

1. Range harga

Up selling adalah strategi untuk meningkatkan pembelian konsumen dengan memberikan produk lebih premium, oleh karena itu range harga produk yang ditawarkan selalu lebih tinggi dari pilihan konsumen.

Sedangkan pada cross selling, karena menawarkan produk bersifat komplementer atau saling melengkapi, sehingga range harganya pun bervariasi, bisa lebih rendah atau tinggi sesuai kebutuhan konsumen.

2. Riset produk

Selanjutnya, perbedaan cross selling dan up selling adalah pada cara promosi. Sebelum melakukan cross selling Anda harus memastikan apakah produk yang ditawarkan dapat memberikan manfaat tambahan atau tidak, sehingga riset lebih fokus pada kebutuhan konsumen.

Sementara riset produk pada strategi up selling artinya Anda tidak harus berfokus pada kebutuhan konsumen, melainkan apakah suatu produk memiliki keunggulan lebih baik dari produk lainnya.

Baca juga: Riset Pasar Adalah: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Caranya

3. Variasi produk

Variasi produk pada up selling adalah terbatas hanya pada produk sejenis sesuai dengan keinginan pelanggan. Berbeda dengan cross selling yang bisa menawarkan berbagai barang asalkan manfaatnya melengkapi barang pilihan konsumen.

4. Jumlah profit

Perbedaan up selling dan cross selling terakhir adalah pada jumlah profit yang diperoleh. Strategi cross selling memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari penjualan 2 produk, sedangkan keuntungan up selling hanya berasal dari penjualan 1 produk.

Contoh up selling dalam bisnis

Setelah mengetahui apa itu up selling hingga manfaatnya, Anda mungkin penasaran bagaimana contoh penerapan up selling dalam bisnis.

Ternyata di sekitar kita banyak sekali bisnis yang telah menggunakan teknik up selling, lho. Bahkan up selling adalah strategi yang digunakan mulai dari bisnis hiburan, F&B, hingga pendidikan.

1. Netflix

Contoh up selling adalah pada bisnis hiburan. Pasti beberapa dari Anda sudah tidak asing lagi dengan Netflix, bukan? Layanan streaming berbasis langganan ini menyediakan berbagai film dan acara TV luar negeri yang bisa Anda tonton di handphone atau perangkat lainnya.

Saat memilih paket langganan, Anda akan diberi beberapa pilihan dengan berbagai fitur tambahan lainnya. Umumnya, harga paket langganan biasa dan premium tidak berbeda jauh sehingga konsumen akan langsung memilih paket premium.

2. Starbucks

Selanjutnya, contoh up selling pada industri F&B bisa Anda temui di Starbucks. Bisnis kedai kopi global ini melakukan teknik up selling dengan menawarkan berbagai ukuran pada gelas kopinya.

Selisih harga relatif rendah dan pelayanan terbaik membuat konsumen hanya akan memilih gelas ukuran terbesar karena merasa manfaat dan pengalaman yang didapat sesuai dengan harganya.

Strategi penjualan up selling

Apakah Anda masih bingung bagaimana cara melakukan up selling yang tepat? Jika iya, strategi penjualan up selling adalah dijelaskan lebih rinci pada ulasan di bawah.

1. Sebelum penjualan

Sebelum mulai melakukan teknik up selling, ada baiknya Anda memberikan beberapa rekomendasi produk yang lebih populer dari pilihan konsumen. Selain itu, Anda juga bisa menjelaskan diskon serta promo saat ini.

2. Saat penjualan

Jika menjual produk di e-commerce, Anda dapat memberikan notifikasi atau banner tentang penawaran produk terbaik saat konsumen memilih produk tertentu. Sementara itu, jika Anda menjual produk di toko atau showroom, rekomendasi dari tenaga penjual sangat penting untuk mendorong up selling.

3. Setelah penjualan

Setelah konsumen membeli produk up selling, Anda bisa memberikan informasi tentang diskon dan promo lainnya melalui e-mail, SMS, atau panggilan. Cara ini juga dapat digunakan untuk menjaga hubungan baik dengan konsumen.

Tips menggunakan up selling dalam bisnis

Nah, agar penerapan teknik up selling Anda semakin maksimal, simak beberapa tips menggunakan up selling dalam bisnis ala Populix berikut.

1. Tunjukkan keuntungan

Melansir pernyataan Dan Arielly dalam bukunya Predictably Irrational, ia menyatakan seseorang akan memilih sesuatu yang lebih baik hanya jika mereka dapat membandingkannya.

Karena tujuan up selling adalah membuat konsumen membeli produk premium, maka Anda harus menunjukkan perbandingan keuntungan yang mereka peroleh apabila membeli produk pilihannya sekaligus produk premium.

2. Harga yang masuk akal

Hanya karena ingin memaksimalkan penjualan bukan berarti Anda harus menawarkan produk dengan 10 kali lebih besar dari pilihan konsumen, ya. Beberapa konsumen memang senang jika diberi rekomendasi barang lebih bagus, namun tak sedikit pula konsumen yang membelanjakan uangnya sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu, pastikan rekomendasi produk up selling adalah produk yang memiliki tambahan manfaat dengan harga masuk akal.

Baca juga: Pengertian Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Cara Menghitungnya

3. Pastikan produk relevan

Perlu diingat, menawarkan produk yang tidak relevan tidak akan membuat strategi up selling Anda berhasil. Beberapa konsumen justru bisa merasa risih dan mengurungkan niatnya untuk membeli produk Anda karena rekomendasi produk terkesan sembarangan.

Oleh karena itu, pastikan selalu membuat penawaran produk yang relevan agar terlihat profesional dan tidak mengganggu pengalaman berbelanja konsumen, ya.

4. Tawarkan bonus dan reward

Agar konsumen semakin tertarik untuk memilih produk up selling, Anda bisa menawarkan bonus, seperti gratis ongkir atau diskon tambahan. Selain itu, tak ada salahnya Anda memberikan reward agar konsumen kembali berbelanja di toko Anda.

Nah, setelah menyimak pembahasan seputar apa itu up selling hingga tips menggunakannya, bagaimana menurut Anda? Strategi pemasaran ini patut dicoba, bukan? Segera sesuaikan strategi bisnis Anda, ya!

Baca juga: Panduan Marketing Plan: Cara Membuat, Contoh, Ciri untuk Bisnis

Tags:
Artikel Terkait
Mengenal Apa Itu Impulse Buying, Faktor Pemicu, dan Tipsnya
Sarana perbelanjaan dan pembayaran online yang semakin mudah diakses tanpa sadar mengakibatkan adanya fenomena impulse buying. Apa itu? Jadi sederhananya, impulse buying adalah istilah untuk menyebut sebuah keputusan tidak terencana yang tentunya terjadi secara tiba-tiba dalam membeli suatu barang. Nah, pernahkah Anda mengalaminya? Ternyata, impulse buying cukup berisiko buruk lho bagi kondisi finansial. Temukan alasan […]
Apa Itu Riset: Pengertian, Cakupan, Metode, dan Contohnya
Penelitian atau riset adalah suatu proses analisis data secara sistematis untuk mencari jawaban atas suatu permasalahan. Pelaksanaannya meliputi beberapa langkah, di antaranya yaitu menentukan subjek penelitian dan mengolah data. Untuk melakukan riset, dibutuhkan cara kerja yang sistematis. Tidak hanya dalam pengumpulan datanya, landasan dari penelitian harus bersifat empiris dan disampaikan dengan jelas. Lantas, apa sebenarnya […]
Menghadapi New Normal dengan Riset Pasar
Pandemi yang mulai merebak pada bulan maret 2020, telah mengubah banyak hal. Banyak negara memberlakukan aturan yang membatasi mobilitas warganya guna memutus rantai penyebaran virus. Akibat dari pembatasan secara masif dalam skala global memberikan dampak signifikan pada perekonomian. Bahkan beberapa sektor yang tampak stabil dan menjanjikan mampu runtuh hanya dalam hitungan minggu. Kita telah memasuki […]