Supply Chain Management : Pengertian, Konsep dan Strateginya
Populix

Supply Chain Management : Pengertian, Konsep dan Strateginya

11 bulan yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Bagi sebuah perusahaan, menerapkan supply chain management (SCM) penting untuk Anda lakukan. Karena dengan SCM, pengeluaran untuk biaya produksi dan distribusi bisa lebih ditekan.

Selain menekan biaya, supply chain management adalah teknik yang bisa memberi manfaat signifikan pada divisi perusahaan lainnya juga. Pelajari selengkapnya tentang pengertian supply chain management, komponen, hingga contohnya di bawah ini.

Pengertian Supply Chain Management

Secara sederhana, konsep supply chain management adalah strategi yang berhubungan dengan kegiatan produksi, shipping, dan distribusi produk dari perusahaan kepada pelanggannya.

Konsep ini berhubungan dengan bagaimana strategi seorang manajer rantai pasok untuk meningkatkan skala produktivitas, kualitas, dan efisiensi operasional perusahaan itu sendiri.

Perbedaan supply chain dan supply chain management

Dalam sebuah perusahaan, keduanya akan saling berhubungan. Ditinjau dari pengertiannya saja, dua hal tersebut memiliki pengertian yang berbeda.

  • Supply chain adalah jaringan antara perusahaan dan pemasok saja.
  • Supply chain management adalah sebuah proses pengelolaan dari perusahaan, pemasok, hingga pelanggan.

Pengertian Supply Chain Management menurut Para Ahli

Lebih lengkapnya mengenai penjelasan definisi strategi tersebut, simak sejumlah pengertian supply chain management menurut para ahli di bawah ini.

  • Stevenson, menurutnya pengertian supply chain management adalah sebuah koordinasi dari rantai pasokan yang sifatnya strategis dan bertujuan untuk menggabungkan antara pengaturan supply and demand.
  • Russell and Taylor, pengertian supply chain management adalah proses pengelolaan mulai dari arus informasi, produk, hingga pelayanan di seluruh jaringan baik dari pelanggan, pemasok, atau perusahaan.
  • Kalakota (2000), menurutnya SCM adalah ‘proses payung’ mulai dari produksi hingga pengiriman produk kepada konsumen secara struktural.

Tujuan Supply Chain Management

Tadi telah disebutkan jika SCM adalah strategi yang berhubungan erat dengan aktivitas produksi hingga distribusi. Lalu apa tujuan utama dari SCM ini? Tujuan supply chain management adalah meningkatkan keefektifitasan koordinasi supply dan demand.

Di mana strategi berikut nantinya mampu menangani masalah-masalah pada proses pengadaan barang, pengelolaan supplier, hubungan dengan konsumen, hingga penentuan level outsourcing.

Jika berbagai masalah tersebut dapat diatasi dengan tepat, maka bisnis Anda pun akan semakin kompetitif di pasaran.

Baca juga: Apa itu Segmentasi Pasar? Simak Contoh, Tujuan dan Jenisnya

Fungsi Supply Chain Management

Salah satu fungsi supply chain management adalah sebagai penekan biaya dan waktu pengiriman produk kepada pelanggan. Tak hanya itu, berikut tiga fungsi SCM yang perlu Anda ketahui.

1. Fungsi fisik

Proses produksi merupakan salah satu bentuk dari fungsi fisik rantai pasok. Tahapan pengubahan bahan mentah menjadi produk jadi dan biaya yang dikeluarkan selama prosesnya juga masuk dalam fungsi fisik SCM.

2. Fungsi mediasi

Dalam menyediakan bahan mentah, perusahaan perlu berhubungan dengan pemasok. Selain itu, dalam pengiriman produknya kepada para pelanggan, perusahaan juga membutuhkan seorang distributor. Dua alasan tersebut adalah gambaran dari fungsi supply chain management sebagai mediasi.

3. Fungsi biaya

Jika sebuah perusahaan mengatur jalannya rantai pasok, biaya yang berhubungan dengan riset pasar, desain produk, dan biaya operasionalisasi lainnya juga bisa dengan mudah dipantau dan ditinjau kembali.

Proses dalam Supply Chain Management

Konsep SMC meliputi cakupan kegiatan yang sangat luas. Untuk membantu Anda memahami strategi tersebut, simak daftar komponen SCM berikut.

1. Perencanaan (Information)

Menyusun sebuah perencanaan bisa membantu alur SCM agar lebih efisien. Proses ini berisikan kegiatan pengumpulan data, apa saja yang berkaitan dengan supply chain.

Selain itu, tahap ini juga bisa dilakukan perusahaan untuk mengurangi resiko yang akan terjadi selama proses produksi hingga pengiriman produk kepada pelanggan.

2. Source and Inventory

Strategi supply chain management adalah penjembatan antara perusahaan dan pemasok. Tentunya perusahaan ingin menghasilkan produk yang terbaik untuk pelanggan mereka, karena itu perlu adanya tindakan seleksi pemasok atau supplier. Sebuah company harus bisa memilih mana source yang kredibel atau tidak.

3. Produksi

Tidak hanya proses mengubah bahan mentah menjadi barang jadi, komponen satu ini meliputi uji coba produk hingga pengemasannya. Untuk meninggalkan impresi yang baik, Anda harus bisa memilih kualitas bahan mentah hingga kemasan layak untuk ditawarkan pada pelanggan.

4. Transportasi dan Pengiriman

Perusahaan harus menentukan secara tepat transportasi apa yang digunakan untuk memindahkan pasokan bahan dan produk. Dalam hal ini seorang supply chain manajer harus mampu mengelola jaringan distribusi dengan baik agar prosesnya berjalan lancar.

5. Pengembalian

Sebuah company harus bisa menangani komplain berupa pengembalian produk secara responsif. Sebaiknya susun perencanaan layanan tambahan bagi pelanggan yang memiliki masalah dengan produk Anda.

Contoh SCM

Agar memudahkan Anda untuk lebih paham sistem penerapannya dalam perusahaan, berikut dua contoh SCM yang bisa dijadikan referensi.

Dalam perusahaan jasa

Misalkan perusahaan yang Anda jalankan menawarkan jasa layanan kesehatan, seperti rumah sakit swasta. Sebagai rumah sakit, jelas produk Anda adalah layanan kesehatan itu sendiri seperti

  • Tindakan
  • Fasilitas rawat inap
  • Penyediaan obat
  • Bahan makanan dapur rumah sakit

Komponen perencanaan bisa berupa bagaimana keputusan yang perusahaan ambil terkait dengan rencana penyediaan segala layanan tersebut. Beberapa referensinya adalah

  • Apakah Anda berencana menyediakan layanan secara langsung di lokasi rumah sakit atau menggunakan metode online.
  • Source and inventory yang berhubungan adalah bagaimana rumah sakit Anda mencari pemasok obat yang kredibel.
  • Penyediaan ambulans sebagai contoh komponen transportasi

Dalam perusahaan barang

SCM akan lebih terlihat penerapannya dalam perusahaan yang menyediakan produk berupa barang jadi. Misalkan saja Anda menjalankan sebuah perusahaan makanan ringan keripik kekinian.

Tim yang mengurus rantai pasok harus bisa merencanakan bagaimana model keripik, varian rasa, pengemasan, hingga lokasi dan strategi distribusi produk keripik itu sendiri.

Kemudian perusahaan bisa berhubungan dengan supplier bahan mentah yang sudah ditentukan. Pastikan dalam tahap ini, supplier bisa memadai kualitas yang sudah Anda jadikan acuan sebelumnya.

Komponen produksi meliputi bagaimana proses yang company lakukan untuk mengubah bahan mentah keripik hingga pengemasannya.

Kemudian perusahaan bisa menentukan tempat distribusi, mekanisme pengiriman, hingga kotak informasi untuk pengembalian barang. Dengan mempersiapkan strategi SCM dengan matang, kemungkinan besar perusahaan keripik Anda bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Apakah selama ini konsep supply chain management sudah diterapkan dalam company yang Anda jalankan? Coba terapkan strategi ini agar alur produksi lebih efisien. Baca juga strategi bisnis lainnya dalam ulasan blog Populix.

Baca juga : Fungsi Manajemen Keuangan dan Prospek Lengkap untuk Perusahaan

Tags:
Artikel Terkait
7 Tips Sukses Usaha Laundry, Modal, Kelebihan & Kelemahannya
Usaha laundry merupakan salah satu peluang bisnis rumahan yang menjanjikan dan tentunya mampu memberikan keuntungan cukup besar. Bagaimana tidak, usaha ini diketahui selalu memiliki peminat lantaran adanya dorongan kebutuhan harian. Apalagi jika Anda membuka bisnis laundry di daerah perumahan atau pusat kota. Ya, dengan hanya bermodalkan uang di bawah 10 juta, Anda sudah bisa membangun […]
12 Ide Hampers Lebaran yang Unik, Cantik, dan Berkesan
Layaknya persiapan menyambut Ramadhan, momen lebaran pun harus dipersiapkan juga dengan matang. Perayaan lebaran tidak akan lengkap tanpa berbagi kado. Oleh karena itu, ide hampers lebaran yang indah dan cantik berikut bisa menjadi rekomendasi tepat untuk bingkisan bagi keluarga Anda di hari raya Idul Fitri ini. Untuk persiapan lebaran bersama keluarga, ide hampers lebaran tahun […]
Mengenal Apa Itu Impulse Buying, Faktor Pemicu, dan Tipsnya
Sarana perbelanjaan dan pembayaran online yang semakin mudah diakses tanpa sadar mengakibatkan adanya fenomena impulse buying. Apa itu? Jadi sederhananya, impulse buying adalah istilah untuk menyebut sebuah keputusan tidak terencana yang tentunya terjadi secara tiba-tiba dalam membeli suatu barang. Nah, pernahkah Anda mengalaminya? Ternyata, impulse buying cukup berisiko buruk lho bagi kondisi finansial. Temukan alasan […]