Apa itu Subjek Penelitian? Pengertian, Macam dan Contohnya
Populix

Apa itu Subjek Penelitian? Pengertian, Macam dan Contohnya

1 bulan yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Salah satu bagian penting dalam laporan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah seperti skripsi mahasiswa tingkat akhir dan makalah adalah subjek penelitian. Pengertian subjek penelitian adalah fenomena, benda maupun orang yang dapat memberikan data dan informasi kepada peneliti.

Informasi ini berguna untuk menjawab rumusan masalah dengan runtut dan menyeluruh. Lalu, apa saja macam-macam subjek penelitian dan bagaimana cara mendapatkannya? Populix telah merangkum jawabannya dari berbagai sumber dalam artikel berikut. Yuk simak!

Pengertian Subjek Penelitian Menurut Para Ahli

Menurut Suharsimi Arikunto sebagai penulis buku “Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik”, pengertian subjek penelitian adalah garis atau batas penelitian yang berguna untuk peneliti dalam menentukan benda atau orang sebagai titik lekatnya variabel penelitian.

Sedangkan menurut Muhammad Idrus (2009), subjek penelitian adalah elemen benda, individu maupun organisme sebagai sumber informasi yang diperlukan peneliti untuk mendapatkan data penelitian.

Ciri-Ciri Subjek Penelitian

Untuk mengetahui lebih jelas tentang apa saja yang bisa masuk dalam pengertian subjek penelitian, Anda perlu memahami ciri-ciri subjek penelitian, yaitu sebagai berikut.

  • Termasuk kelompok atau individu sebagai sumber data dari peneliti
  • Ditemukan melalui interaksi atau identifikasi data yang telah dilakukan sebelumnya oleh peneliti
  • Menjadi tujuan peneliti untuk memperoleh informasi

Macam-Macam Subjek Penelitian

Subjek penelitian pun bisa dibagi menjadi dua, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan keduanya merujuk pada jumlah dan kualitas dari subjek penelitian. Berikut penjelasannya.

1. Subjek penelitian kualitatif

Jenis pertama adalah subjek penelitian kualitatif. Ini diperlukan dalam pembuatan skripsi, tesis dan juga disertasi. Contoh subjek penelitiannya adalah masyarakat dari desa yang terpilih.

2. Subjek penelitian kuantitatif

Subjek penelitian kuantitatif dipergunakan untuk menjawab penelitian dengan banyaknya jumlah anggota populasi untuk kemudian diteliti. Lantaran jumlahnya yang banyak, subjek penelitian kuantitatif bersifat perwakilan dari banyaknya anggota populasi tersebut. Perwakilan ini kemudian disebut sampel dan mewakili keseluruhan populasi ini.

Baca juga: 10 Contoh Kuesioner Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Cara Mendapatkan Data dari Subjek Penelitian

Lantas, bagaimana cara peneliti menarik data atau informasi dari subjek penelitian? Berikut beberapa cara yang dapat ditempuh.

1. Observasi

Cara pertama untuk mendapatkan data dari subjek penelitian adalah dengan melakukan observasi. Langkah ini membutuhkan kepekaan peneliti untuk memantau lingkungan atau kondisi penelitian.

Tempat, pelaku, waktu, peristiwa, aktivitas, dan perasaan adalah informasi yang didapatkan dari metode observasi. Menurut Bungin (2007), metode ini pun terbagi ke beberapa bentuk, penjabarannya adalah sebagai berikut.

  • Observasi partisipasi. Pada metode ini, pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan mengamati keseharian subjek penelitian.
  • Observasi kelompok. Sekelompok tim melakukan pengamatan terhadap sebuah isu yang menjadi objek penelitian.
  • Observasi tidak terstruktur. Metode ini dijalankan secara natural dan tidak mengikuti aturan observasi sehingga peneliti memantau saja perkembangan yang ada di lapangan.

2. Wawancara

Wawancara adalah cara selanjutnya untuk mendapatkan informasi dari subjek penelitian. Pengertian wawancara adalah proses interaksi atau komunikasi dengan tujuan mengumpulkan data melalui sesi tanya jawab antara subjek penelitian dan peneliti.

Cara ini pun terbagi menjadi wawancara mendalam dan wawancara terarah. Perbedaannya adalah pada wawancara terarah, sebelumnya peneliti telah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk diajukan kepada subjek penelitian. Kemajuan teknologi menjadikan metode ini dapat dilakukan secara daring maupun luring.

Sebaliknya, wawancara mendalam melibatkan pewawancara untuk ikut serta dalam kehidupan subjek penelitian sehingga terdapat kebebasan dalam bertanya apa saja dan tidak harus berpatok pada suatu panduan teknik wawancara. Metode ini menghasilkan informasi yang lebih fleksibel.

Untuk menjaga efektivitas suatu wawancara, Yunus (2010:358) menyarankan tahapan wawancara dilalui dengan beberapa tahapan berikut.

  • Pengenalan diri
  • Penjelasan tujuan kedatangan
  • Mendeskripsikan materi wawancara
  • Memberikan pertanyaan

Baca juga: Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis & Contohnya

3. Focus Group Discussion

Focus group discussion atau diskusi terpusat adalah cara lain untuk mendapatkan data dari subjek penelitian secara objektif. Sebab, focus group discussion terdiri dari beberapa ahli atau memiliki keterlibatan dalam suatu fenomena untuk mencari makna nyata dibalik fenomena tersebut agar terhindar dari bias pribadi peneliti utama.

Apabila contoh subjek penelitian adalah murid-murid pesantren dan penelitian Anda tentang menu makanan yang disajikan sehari-hari di pondok, maka focus group discussion bisa mengundang perwakilan murid, guru dan ahli gizi untuk menjawab soal kesehatan makanan pondok tersebut serta bagaimana cara meningkatkannya.

4. Gabungan beberapa metode

Opsi lain untuk memperoleh data dari subjek penelitian adalah gabungan beberapa metode seperti wawancara dan observasi, observasi dan focus group discussion. Selain itu, data-data dari penelitian terdahulu juga bisa dipergunakan untuk menjawab isu pada penelitian Anda. Tentunya metode ini akan tampak lebih kredibel.

Perbedaan Objek dan Subjek Penelitian

Subjek penelitian tentu berbeda dengan objek penelitian. Jika pengertian subjek penelitian adalah orang atau benda yang dapat memberikan informasi untuk menjawab rumusan masalah, maka objek penelitian adalah isu penelitian itu sendiri.

Contoh subjek penelitian adalah sebagian anggota masyarakat di kota A pada penelitian terkait fenomena kemacetan pada suatu wilayah. Anggota masyarakat pun bisa menjadi objek penelitian apabila Anda sebagai peneliti menemukan keterkaitan antara kemacetan dan perilaku masyarakat.

Itulah penjelasan mengenai subjek penelitian yang penting Anda pahami. Subjek penelitian termasuk salah satu kunci penentu kualitas penulisan laporan atau karya ilmiah Anda, pastikan untuk menyiapkannya dengan baik, ya! Simak terus blog Populix untuk mendapatkan informasi menarik lainnya mengenai produktivitas dan manajemen.

Baca juga: Populasi dan Sampel Penelitian: Definisi, Teknik Pengambilan

Tags:
Artikel Terkait
Apa itu Personal Branding, Tujuan, dan Cara Membangunnya
Sebagian besar dari Anda pasti sudah sering mendengar istilah personal branding, betul tidak? Kira-kira, apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar istilah tersebut? Sebelum memikirkan itu, pertama-tama perlu digaris bawahi bahwa personal branding adalah tidak hanya diperuntukkan bagi pemilik bisnis. Melainkan individu biasa juga perlu membangun branding diri sendiri yang baik. Lantas, apa tujuannya? […]
Pengertian Turnover: Penyebab, Jenis, dan Cara Menghitungnya
Dalam dunia bisnis, dikenal istilah turnover. Turnover adalah sebuah hal yang merujuk pada aktivitas pengunduran diri karyawan baik dilakukan sukarela maupun karena kehendak pihak lain. Turnover biasanya dilakukan karyawan untuk mendapatkan kesempatan kerja baru di tempat baru. Adapun salah satu penyebab turnover adalah karena tidak ada work-life balance. Lalu apa sebenarnya turnover dan apa saja […]
Apa itu AIDA Marketing? Pahami Konsep dan Cara Kerja Di sini
Pemasaran adalah salah satu inti bisnis dimana strategi yang dipakai akan menentukan kesuksesan dari promosi barang atau jasa sebuah bisnis. Salah satu strategi pemasaran yang saat ini sering digunakan adalah AIDA marketing. AIDA adalah kepanjangan dari Attention, Interest, Desire, dan Action yang mengacu pada tahapan yang dilewati oleh konsumen. AIDA marketing adalah konsep pemasaran yang […]