Scale Up: Pengertian, Ciri dan Cara Tingkatkan Bisnis Startup
Populix

Scale Up: Pengertian, Ciri dan Cara Tingkatkan Bisnis Startup

3 minggu yang lalu 7 MENIT MEMBACA

Pernahkah Anda mendengar arti scale up sebelumnya? Di dunia bisnis, pengertian scale up ternyata cukup sering dibicarakan. Scale up adalah salah satu strategi bisnis khususnya dalam mengembangkan perusahaan agar semakin besar dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Namun, nyatanya tak semua perusahaan bisa melakukan scale up. Usut punya usut, terdapat sejumlah ciri dan cara scale up bisnis yang perlu diketahui oleh para pendiri perusahaan. Semua hal itu akan dikupas tuntas pada artikel berikut. Jadi, simak sampai habis, ya!

Apa itu Scale Up?

Dalam bahasa Indonesia, arti scale up dapat dikaitkan dengan meningkatkan sesuatu. Nah, dalam ranah bisnis, scale up adalah sebuah proses mengembangkan sistem perusahaan agar lebih mapan dan mumpuni sebelum menjangkau pasar yang lebih luas.

Richard Bonson, seorang CEO di perusahaan Virgin, menyatakan bahwa scale up adalah salah satu strategi ampuh guna menaikkan derajat perusahaan ke kancah yang lebih tinggi.

Artinya, scale up adalah sebuah pertanda bahwa bisnis yang mulanya hanya berupa UKM sudah lebih siap untuk meningkatkan keuntungan dengan menjelajahi rintangan bisnis selanjutnya.

Jadi, secara sederhana dapat dikatakan bahwa scale up adalah strategi krusial bagi perusahaan untuk menambah pendapatan tanpa mengeluarkan banyak biaya baik dalam produksi maupun sumber daya di perusahaan tersebut.

Mengapa Bisnis Harus Melakukan Scale Up?

Setelah mengetahui arti scale up dalam bisnis, Anda mungkin penasaran mengapa penting bagi perusahaan untuk melakukan scale up, bukan? Nah, selain untuk meningkatkan mutu, ternyata ada alasan lain mengapa scale up adalah langkah yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan. Berikut pembahasannya.

Menurut hasil analisa Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), perusahaan yang telah menerapkan cara scale up bisnis dengan benar akan lebih mudah untuk meraih rata-rata pendapatan hingga 20% dalam tiga tahun.

Fakta itulah yang menjadi alasan mengapa scale up adalah taktik jitu guna melipatgandakan pendapatan perusahaan setiap tahunnya.

Gagasan tersebut turut dipertegas oleh Startup Studio yang menyatakan bahwa perusahaan tanpa scale up akan lebih berpotensi untuk ketinggalan zaman dan tak mampu mengikuti perilaku konsumen karena sempitnya cakupan pasar mereka.

Parahnya lagi, apabila kompetitor Anda telah melakukan scale up lebih dahulu, maka tak menutup kemungkinan bisnis Anda dapat tergilas karena ketidakmampuan Anda dalam mengelola potensi serta sumber daya di dalamnya.

Ciri Perusahaan Siap Scale Up

Meski penting untuk dilakukan, scale up bukanlah sebuah strategi yang bisa diterapkan secara asal-asalan oleh perusahaan manapun. Beberapa ciri perusahaan sudah siap untuk melakukan scale up adalah:

  • Perusahaan yang trafik penjualannya berjalan konsisten dan terus meningkat seiring berjalannya waktu, sehingga kecil kemungkinan untuk merugi. Ciri lain bahwa perusahaan Anda siap melakukan scale up adalah pemesanan berulang oleh konsumen karena terjaminnya kualitas produk.
  • Berhasil menekan risiko dengan baik meskipun tak ada jaminan pasti bahwa bisnis Anda akan berhasil.
  • Mulai membutuhkan campur tangan profesional guna meningkatkan mutu produksi serta kelancaran distribusi.
  • Ciri terakhir perusahaan yang siap scale up adalah terpaksa menolak order karena keterbatasan sumber daya sehingga perlu meningkatkannya dengan segera.

Baca juga: Panduan Marketing Plan: Cara Membuat, Contoh, Ciri untuk Bisnis

Cara Scale Up Bisnis

Terdapat sejumlah cara scale up bisnis yang perlu diterapkan dengan benar agar bisa memaksimalkan pendapatan usaha Anda, diantaranya:

1. Mengamati kompetitor

Salah satu cara yang bisa dilakukan saat hendak scale up adalah dengan mengamati kompetitor. Artinya, Anda perlu mencari tahu bagaimana kompetitor meraih kesuksesan baik dari segi operasional, sumber daya dan produksinya. Selanjutnya, terapkanlah hal yang dipercaya dapat membangun perusahaan Anda.

2. Fokus pada tujuan akhir

Ketika berbisnis, penting bagi Anda untuk tidak terpaku pada kondisi saat ini saja. Untuk melakukan scale up, cobalah untuk fokus pada tujuan akhir perusahaan meski harus dicapai dalam beberapa tahun kemudian.

3. Memperkuat tim

Scale up adalah salah satu strategi yang dapat tercapai dengan adanya kerjasama baik antar tim di perusahaan. Pasalnya, kekompakan tim dapat menjadi sinergi kuat guna meningkatkan value bisnis Anda di mata konsumen.

Memperkuat tim dapat dilakukan dengan menciptakan suasana dan lingkup kerja yang sehat dengan memotivasi serta menghargai seluruh anggota tim tanpa terkecuali.

4. Rutin meminta bantuan ahli

Salah satu langkah krusial dalam melakukan scale up adalah rutin berkonsultasi dengan expert (ahli) apabila Anda menjumpai suatu permasalahan kompleks. Selain itu, Anda perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mendelegasikan tanggung jawab kepada pihak. tertentu.

5. Tidak kompromi dalam hal kualitas

Sederhananya, contoh scale up berhasil dapat Anda lihat pada perusahaan yang tak pernah mau berkompromi dalam hal kualitas, konsistensi, dan jaminan mutu. Artinya, Anda perlu menerapkan metode serta prinsip tersendiri guna menjaga kualitas serta mutu produk yang akan ditawarkan ke konsumen.

Oleh sebab itu, apabila terjadi sebuah kesalahan produksi maka Anda sebaiknya tidak menjadikan karyawan sebagai benteng untuk disalahkan.

6. Mampu mengidentifikasi hambatan

Langkah krusial dalam melakukan scale up adalah mampu mengidentifikasi hambatan yang sekiranya akan mengganggu proses operasional perusahaan. Meski begitu, Anda sebaiknya tetap menggunakan pendekatan identifikasi secara realistis agar prediksi tersebut tak melenceng jauh.

7. Bangun personal branding

Karena pengertian scale up adalah meningkatkan sesuatu, maka penting bagi Anda untuk mengindahkan personal branding perusahaan. Tahukah Anda mengapa? Jadi, hal ini diperlukan guna meningkatkan citra positif perusahaan pada persepsi publik secara luas.

Dengan citra yang baik, Anda bisa menambah kredibilitas dan memperjelas perbedaan mutu dan prinsip Anda dengan kompetitor lain sehingga dapat meningkatkan penjualan nantinya.

Baca juga: 5 Strategi Bisnis yang Efektif untuk Meraih Keuntungan

Hambatan dalam Melakukan Scale Up

Sama seperti strategi bisnis lainnya, scale up juga mempunyai sejumlah hambatan dan permasalahan, antara lain:

  • Hambatan dapat terjadi apabila Anda bekerja sama dengan orang yang salah, baik staf, supplier, investor atau bahkan tim secara internal.
  • Anda akan menjumpai rentetan masalah jika hanya berfokus pada penjualan sementara bukannya menargetkan penjualan berjangka panjang.
  • Konflik mengenai harga adalah hambatan yang mungkin muncul khususnya jika Anda bersaing dengan banyak kompetitor.
  • Produk yang dijual tak cocok di pasaran karena tidak melakukan riset pasar terlebih dahulu.
  • Struktur manajemen yang tak berubah juga bisa menjadi hambatan scale up karena dapat membuat karyawan sulit beradaptasi terhadap perubahan di masa mendatang.
  • Tim penjualan tidak berpengalaman juga dapat mengancam gagalnya proses scale up karena tak mampu mengikuti perilaku konsumen yang saat ini sudah serba digital. Oleh karena itu, strategi pemasaran harus lebih dikembangkan agar pendapatan dapat meningkat signifikan.

Rahasia Scale Up untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis

Menurut pendapat Yohanes G. Pauly, seorang coach di Global Awards Winning Business, terdapat sejumlah rahasia dalam melakukan scale up agar mampu meningkatkan level bisnis Anda. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Memiliki SuperTeam dan sistem perekrutan yang cemerlang

Jika mengacu pada penjelasan Yohanes G. Pauly, bisnis yang sukses dapat dilihat melalui kualitas karyawannya. Memiliki SuperTeam adalah salah satu kunci utama yang perlu diurus terlebih dahulu oleh pemilik perusahaan dengan merekrut karyawan secara teliti dan menyeluruh.

2. Menguasai digital marketing

Para pebisnis pastinya akan berusaha sebisa mungkin memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen, bukan? Nah belakangan ini, menguasai digital marketing adalah salah satu kiat yang perlu dilakukan.

Dengan memasarkan produk secara digital lewat media sosial misalnya, perusahaan dapat menjangkau pasar secara luas serta tanpa batasan waktu.

3. Utamakan sistem praktis

Untuk melakukan scale up, perusahaan pastinya harus mempunyai sistem tersendiri dan telah sukses berjalan selama beberapa waktu. Terdapat 8 langkah penerapan yang bisa ditiru dari Coach Yohanes G. Pauly yaitu strategi dalam bisnis, flowism, mekanisme bisnis, organisme, kuantifikasi, eliminasi, serta otomatisasi.

4. Strategi pemasaran dengan emotional benefit

Rahasia melakukan scale up yang terakhir adalah dengan memanfaatkan strategi pemasaran emotional. Artinya, Anda bisa mengubah fokus penjualan functional untuk lebih mendalami sisi emosional konsumen agar tak mudah terjebak dalam perang harga.

Demikian arti scale up dan pengertiannya jika ditengok melalui kacamata bisnis. Sejatinya, scale up adalah strategi krusial guna memperluas jangkauan pasar. Apabila perusahaan Anda mengalami sejumlah tanda seperti di atas, maka jangan ragu untuk segera memaksimalkan scale up, ya!

Selanjutnya, lakukan juga teknik market research dari Poplite untuk mengetahui strategi seperti apakah yang dapat Anda terapkan nantinya. Kini, saatnya lebih pasti dengan data para responden terbaik kami. Yuk, gabung sekarang juga!

Baca juga: Strategi Produk: Pengertian, Manfaat, Komponen & Cara Buat

Tags:
Artikel Terkait
Mengenal Metode SMART yang Bantu Tentukan & Capai Target!
Sebagai business owner, terutama pemilik bisnis awam, apakah Anda masih kesulitas dalam menentukan target dan tujuan bisnis Anda tersebut? Jika iya, ada metode SMART yang bisa membantu! Kepanjangan dari metode SMART adalah Specific, Measureable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Beberapa mungkin ada yang masih bertanya-tanya apa itu metode SMART. Jadi, metode SMART adalah salah satu cara […]
Mengenal Apa Itu Impulse Buying, Faktor Pemicu, dan Tipsnya
Sarana perbelanjaan dan pembayaran online yang semakin mudah diakses tanpa sadar mengakibatkan adanya fenomena impulse buying. Apa itu? Jadi sederhananya, impulse buying adalah istilah untuk menyebut sebuah keputusan tidak terencana yang tentunya terjadi secara tiba-tiba dalam membeli suatu barang. Nah, pernahkah Anda mengalaminya? Ternyata, impulse buying cukup berisiko buruk lho bagi kondisi finansial. Temukan alasan […]
Consumer Goods Adalah: Jenis, Contoh Produk dan Perusahaan
Apa itu consumer goods? Barang konsumen atau consumer goods adalah produk buatan perusahaan yang ditujukan bagi konsumen akhir. Artinya, produk tersebut tidak dimanfaatkan untuk diproduksi kembali. Barang-barang yang masuk kategori consumer goods biasanya selalu terjual cepat dan harga penjualannya relatif terjangkau. Tapi, Anda perlu tahu bahwa produk consumer goods bukan selalu makanan. Melainkan bisa juga […]