Pahami Apa itu Internet of Things (IoT), Manfaat dan Cara Kerja
Populix

Pahami Apa itu Internet of Things (IoT), Manfaat dan Cara Kerja

11 bulan yang lalu 7 MENIT MEMBACA

Seiring berjalannya waktu, inovasi teknologi semakin pesat berkembang. Bahkan kini merambah ke peralatan sehari-hari. Semua sistem ini disebut dengan IoT. Sederhananya, Internet of Things adalah teknologi yang diciptakan untuk memudahkan manusia dalam mengendalikan perangkat atau membuat sebuah mesin dapat bekerja secara otomatis.

IoT adalah hal yang penting untuk diketahui. Oleh karenanya, yuk pahami apa itu IoT mulai dari pengertian hingga contoh penerapan Internet of Things dalam kehidupan sehari hari. Jangan sampai terlewat, ya!

Apa itu Internet of Things?

Iot adalah singkatan dari Internet of Things yang berarti sebuah sistem dengan basis internet dengan kemampuan mentransfer data tanpa harus ada hubungan antara human-to-human dan human-to-computer.

Singkatnya, Internet of things adalah implementasi sistem pada peralatan sehari-hari dengan jaringan internet sehingga memudahkan aktivitas penggunanya.

Internet of Things adalah istilah lama yang telah dikenal sejak tahun 1999 lalu. Seorang co-founder Pusat Auto-ID di MIT (Massachusetts Institute of Technology) menyampaikan istilah IoT pertama kali pada presentasinya untuk mengenal Radio Frequency ID atau biasa disebut dengan istilah RFID.

Sejak saat itu, IoT mulai berkembang dari teknologi wireless, MEMSes atau microelectromechanical systems, dan microservices.

Cara Kerja Internet of Things

Cara kerja Internet of Things adalah memanfaatkan algoritma pemrograman yang diatur sehingga mesin dapat bekerja secara otomatis.

IoT adalah sistem yang terdiri dari perangkat prosesor, sensor, dan hardware. Sistem tersebut kemudian akan melakukan tindakan berdasarkan informasi atau perintah yang diberikan.

Seperti yang kita tahu, sebagian besar pekerjaan yang dilakukan internet of things adalah bentuk automasi tanpa ada bantuan manusia. Kegiatan yang dilakukan manusia yaitu sebatas setting atau memberi instruksi yang dibutuhkan.

Unsur-Unsur Internet of Things

Tak sembarangan, rupanya terdapat unsur-unsur Internet of Things yang membuat hal ini bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Apa saja unsur-unsur pembentukan IoT? Berikut daftarnya.

1. Artificial Intelligence (Al)

Artificial Intelligence (Al) artinya kecerdasan buatan. Maksudnya adalah mesin atau teknologi tersebut diprogram sedemikian rupa hingga menjadi ‘pintar’ atau memiliki kecerdasan layaknya manusia dengan cara mengumpulkan bermacam-macam data, mengembangkan algoritma dan memasang berbagai jaringan.

Sehingga, mesin atau teknologi ini pun mampu melakukan aktivitas yang lebih kompleks. Menarik, bukan?

2. Sensor

Berbeda dari mesin canggih lainnya, teknologi Iot umumnya memiliki sensor yang menjadikan alat-alatnya semakin ‘aktif’ dan bisa lebih berbaur dengan dunia nyata.

3. Alat-alat yang cenderung berukuran kecil

Tadi telah disebutkan jika Internet of Things adalah hal yang mampu mempermudah aktivitas manusia. Ya, selain fungsinya, ternyata ukuran perangkat Iot pun cenderung kecil. Hal ini bertujuan dalam meningkatkan efektifitas penggunaannya.

Sebut saja proses pemasangan perangkatnya lebih mudah karena ukurannya minim dan tidak terlalu berat.

4. Konektivitas

Konektivitas di sini maksudnya adalah koneksi antar jaringan. Jadi, tidak menutup kemungkinan jika akan tercipta jaringan baru selama penggunaan perangkat berikut.

Baca juga: Apa itu Kode OTP? Ini Peran pada Bisnis dan Bedanya dari PIN

Manfaat Internet of Things

Kemajuan teknologi IoT adalah hal yang sangat disarankan untuk diimplementasikan ke berbagai aktivitas. Salah satu manfaat internet of things adalah efektivitas yang mempermudah proses produksi sehingga dapat bekerja secara lebih praktis. Selain itu, ada beberapa manfaat internet of things lain yang bisa didapatkan, berikut di antaranya:

1. Konektivitas yang lebih mudah

Manfaat Internet of Things adalah membuat segalanya menjadi lebih praktis. Dibandingkan menggunakan perangkat konvensional dan kuno, menggunakan bantuan teknologi dengan bantuan sistem yang pintar bisa mempermudah kegiatan Anda, seperti smart lock pada pintu rumah yang hanya memerlukan sidik jari untuk mengunci ataupun membuka pintu.

2. Menghemat waktu kerja tiap divisi

Semakin banyak konektivitas yang bisa secara otomatis dilakukan oleh sebuah perangkat, maka waktu kerja yang dibutuhkan setiap divisi juga akan semakin berkurang. Sehingga operasional lainnya juga bisa dikerjakan dengan cepat.

3. Produktivitas karyawan meningkat

Poin terakhir yang menjadi manfaat Internet of Things adalah produktivitas karyawan dapat meningkat. Mengapa? Karena dengan memahami apa itu IoT dan menerapkannya dengan baik, monitoring kegiatan perusahaan akan menjadi lebih efektif. Sehingga tingkat produktivitas juga akan terkena dampaknya.

Kekurangan dan Kelebihan IoT

Seluruh sistem pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, tak terkecuali IoT. Simak ulasan kekurangan dan kelebihan IoT dalam poin-poin di bawah ini.

Kekurangan IoT

  • IoT adalah teknologi yang mengandalkan konektivitas, sehingga mungkin terjadi perusakan oleh hacker
  • Munculnya bug dalam sistem akan mengakibatkan corrupted
  • Biaya perangkat dengan teknologi tinggi hingga saat ini masih tinggi

Kelebihan IoT

  • Adanya konektivitas otomatis, IoT adalah teknologi yang memungkinkan Anda untuk mengakses informasi dimana saja dan kapan saja
  • IoT adalah inovasi yang memungkinkan transfer data lebih mudah karena sistemnya yang saling terhubung
  • Fitur automasi yang ada di perangkat-perangkat IoT bisa memudahkan pekerjaan Anda
  • Kegiatan komunikasi juga menjadi lebih mudah untuk dilakukan

Contoh Penerapan Internet of Things

Industri apa saja yang menggunakan sistem IoT? IoT adalah sistem yang ada pada beberapa peralatan yang dibutuhkan oleh beberapa sektor industri. Berikut ini gambaran contoh penerapan Internet of Things dalam kehidupan sehari hari yang bisa Anda jadikan referensi.

Smart Household

alah satu contoh penerapan Internet of Things dalam kehidupan sehari hari adalah perangkat smart lock sebagai pengunci pintu rumah otomatis. Selain smart lock, ada juga berbagai perangkat pintar seperti LED light, CCTV, dan speaker yang bisa diatur secara otomatis.

Beberapa perangkat tersebut menjadi populer di kalangan masyarakat yang menerapkan smart living. Dengan sistem automasi, penghuni rumah akan semakin dimudahkan untuk melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan perangkat tersebut.

Baca juga: Aplikasi Video Conference Saat Pandemi, Apa yang Berubah?

Smart City

Tidak hanya di rumah, IoT adalah sebuah sistem yang bisa dimanfaatkan juga dalam suatu kota. Biasanya, kota tertentu yang menerapkan konsep smart city akan banyak mendapat bantuan dari IoT.

Salah satu contoh penerapan Internet of Things adalah pada lampu otomatis di jalanan. Sebagai bentuk penghematan listrik, pemasangan penerangan jalan secara otomatis bisa menjadi alternatif. Lampu-lampu penerang tersebut bisa dengan mudah dikontrol dari ruang monitoring tanpa harus repot secara manual mengaturnya satu per satu.

Bisnis Perusahaan

Dalam sebuah perusahaan, penghematan sumber daya termasuk listrik juga perlu untuk dilakukan. Perangkat yang biasa digunakan dalam smart household seperti lock, LED, dan sebagainya juga bisa menjadi alternatif untuk digunakan dalam sebuah perusahaan.

Di samping itu, coba lihat dari segi peluang bisnis yang bisa diambil. Sebagai sebuah perusahaan, tidak hanya memanfaatkan teknologi ini pada produk yang digunakan sehari-hari, bisa jadi justru IoT adalah peluang bisnis pengembangan bisnis seperti automasi situs agar layanan perusahaan bisa dengan cepat diterima oleh pelanggan.

Transportasi

Pasti Anda tidak asing dengan smart bicycle, bukan? Salah satu contoh penerapan Internet of Things dalam kehidupan sehari hari adalah smart bicycle tersebut. Biasanya sepeda akan dilengkapi dengan koneksi Bluetooth atau WiFi. Selain sepeda pintar, saat ini sering juga ditemukan model-model mobil pintar.

Kesehatan

Sistem IoT adalah teknologi yang tanpa disadari seringkali ditemukan dalam bidang kesehatan. Saat ini, pekerjaan yang dilakukan oleh seorang dokter banyak dibantu oleh perangkat dengan teknologi tinggi.

Inovasi pada perangkat dan alat kesehatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan dari apa itu Internet of Things. Salah satu contoh penerapan Internet of Things adalah perangkat yang dilakukan untuk merekam detak jantung pasien.

Internet of things adalah sebuah sistem teknologi yang memanfaatkan sistem untuk bekerja secara otomatis atau dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sistem IoT adalah hal yang bisa dimanfaatkan baik pada bisnis maupun pemakaian alat secara personal di rumah. Jika digunakan dengan bijak, teknologi ini akan memudahkan proses apapun sehingga lebih efektif.

IoT adalah solusi alat bantu bisnis yang tepat untuk Anda pilih. Dengan konektivitas yang baik dan adanya kemampuan otomasi, keperluan operasional bisnis akan lebih cepat dilakukan. Selain IoT, masih banyak informasi lainnya yang bisa Anda pelajari. Temui selengkapnya pada blog Populix.

Baca juga: 10 Cara Menghemat Listrik di Rumah, Kurangi Tagihan Per Bulan!

Artikel Terkait
Staying Ahead of the Curve When the Curve Keeps on Curving
There is the age-old adage that businesses should always stay ahead of the curve. But how can businesses stay ahead when changes happen on a daily basis? Let us examine how COVID-19 has turned the lives of Indonesians upside down in just over a year to illustrate this point. Because of lockdowns, there are now […]
Perilaku Konsumen: Pengertian, Manfaat, Faktor, Teori & Model
Teori perilaku konsumen adalah studi yang mempelajari tentang tindakan seseorang terhadap sebuah produk, jasa, brand atau perusahaan. Proses pengambilan keputusan untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga seorang pelanggan juga menjadi bagian dari studi tersebut. Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai teori ini? Simak ulasannya di bawah. Apa itu Perilaku Konsumen? Selain strategi pemasaran, aspek lain yang harus […]
Memahami Growth Mindset: Pengertian, Manfaat & Penerapannya
Dr. Carol S. Dweck, seorang psikolog di Stanford University menyatakan bahwa pola pikir manusia terdiri dari dua, yaitu growth mindset dan fixed mindset. Menurutnya, bakat dan kemampuan yang hebat tak akan berarti apa-apa tanpa adanya keyakinan dari dalam diri. Jadi siapa sangka, ternyata soft skill satu ini juga punya peran penting pada kesuksesan seseorang. Lalu, […]