Memahami Growth Mindset: Pengertian, Manfaat & Penerapannya
Populix

Memahami Growth Mindset: Pengertian, Manfaat & Penerapannya

2 bulan yang lalu 6 MENIT MEMBACA

Dr. Carol S. Dweck, seorang psikolog di Stanford University menyatakan bahwa pola pikir manusia terdiri dari dua, yaitu growth mindset dan fixed mindset. Menurutnya, bakat dan kemampuan yang hebat tak akan berarti apa-apa tanpa adanya keyakinan dari dalam diri.

Jadi siapa sangka, ternyata soft skill satu ini juga punya peran penting pada kesuksesan seseorang. Lalu, bagaimana cara mengembangkan pola pikir growth mindset? Dan apa pula perbedaan fixed mindset dan growth mindset? Langsung simak penjelasannya dalam artikel berikut ini!

Apa itu growth mindset?

Pengertian growth mindset adalah pola pikir seseorang yang meyakini bahwa kemampuan dan bakat dapat terus dikembangkan. Hal ini berarti orang-orang dengan pola pikir berkembang percaya bahwa bakat sejak lahir hanyalah sebuah awal.

Dengan kata lain, pemilik pola pikir berkembang atau growth mindset adalah mereka yang tidak mudah menyerah dan tidak takut akan suatu kegagalan. Mereka akan terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru demi mendapat tujuan dan kesuksesan hidupnya.

Ketika menemui kegagalan, orang dengan pola pikir berkembang tidak memandangnya sebagai sebuah kekalahan atau bahkan akhir perjuangan, justru mereka akan memandangnya sebagai pembelajaran untuk terus maju ke tahap berikutnya.

Pemahaman yang salah tentang growth mindset

Meskipun sangat menarik untuk dipelajari dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari, nyatanya masih ada beberapa kesalahpahaman tentang growth mindset menurut Carol Dweck melalui Harvard Business Review, di antaranya:

1. Hanya tentang memuji dan menghargai usaha yang dilakukan

Menurut Carol Dweck, pola pikir yang berkembang tidak hanya sekedar memberikan penghargaan pada usaha yang dikeluarkan, namun lebih kepada menghargai proses pembelajarannya.

Sebab, growth mindset adalah suatu pola pikir yang terus mendorong para pemiliknya untuk selalu berkembang dan belajar, termasuk ketika menemui banyak hambatan maupun kegagalan.

2. Akan selalu memiliki pemikiran berkembang

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang merasa dirinya memiliki growth mindset dan percaya akan terus memilikinya? Ya, itu adalah satu contoh kesalahpahaman tentang pola pikir berkembang.

Carol Dweck mengatakan bahwa tidak ada seorang pun terlahir memiliki growth mindset saja, pasti setiap orang juga memiliki campuran fixed mindset. Sehingga, tergantung pada individu tersebut dia ingin melatih dan mengembangkan pola pikir yang mana.

3. Semua akan lebih baik hanya dengan mendukung pola pikir berkembang

Seperti telah disebutkan tadi, pola pikir berkembang lebih mementingkan setiap proses pembelajaran termasuk berbagai kegagalan di dalamnya. Maka dari itu, hanya mendukung seseorang untuk memiliki pola pikir berkembang tetapi masih keberatan jika mereka berbuat salah hanya akan menjadi omong kosong belaka.

Perbedaan fixed mindset dan growth mindset

Perbedaan fixed mindset dan growth mindset adalah bagaimana sikap mereka menghadapi kegagalan. Orang-orang fixed mindset cenderung memandang kegagalan sebagai simbol ketidakmampuan.

Para pemilik fixed mindset lebih suka menghindari tantangan ataupun pekerjaan yang dianggap sulit. Sehingga, mereka sangat mudah menyerah padahal sama sekali belum mencobanya secara maksimal.

Mereka juga beranggapan bahwa bakat dan kemampuan sejak lahir sudah mutlak serta tidak dapat dikembangkan lagi. Maka dari itu mereka cenderung berorientasi pada hasil saja namun tidak melihat atau menghargai prosesnya. Tentu saja ini sangat bertolak belakang dengan growth mindset.

Contoh fixed mindset dan growth mindset

Untuk semakin memahami perbedaannya, mari kita ulas contoh sederhananya, seperti ada pengusaha dengan omset mencapai miliaran hanya dalam satu tahun perkembangan bisnisnya.

Orang-orang dengan fixed mindset biasanya hanya fokus pada hasil akhirnya saja yaitu terlihat sukses. Reaksi mereka memperlihatkan sifat iri ketika melihat pencapaian orang lain.

Lain halnya dengan para pemilik growth mindset, mereka akan menunjukkan reaksi kagum dan melihat pencapaian orang lain sebagai sebuah inspirasi. Mereka akan terdorong untuk belajar berbagai hal dan pengalaman dari pengusaha tersebut.

Baca juga: Apa itu Produktivitas? Ini Pengertian dan Cara Meningkatkannya

Manfaat memiliki growth mindset

Nah, setelah mengetahui perbedaannya dengan orang fixed mindset, lantas apa saja manfaat memiliki pola pikir yang berkembang? Berikut penjelasannya.

1. Memandang masalah sebagai tantangan

Manfaat pertama ketika Anda memiliki growth mindset adalah membantu Anda untuk memandang setiap masalah atau rintangan sebagai tantangan yang selalu dapat diselesaikan.

2. Sadar bahwa gagal bukan berarti tak mampu

Seperti penjelasan di awal, orang dengan pola pikir berkembang tidak pernah takut gagal. Itulah kenapa manfaat memiliki pola pikir tersebut akan membuat Anda lebih fokus pada proses dan terus belajar meskipun menemui kegagalan.

Kegagalan bukanlah suatu hal yang mutlak, maka dari itu jangan pernah membiarkan rasa malu, ragu, atau apapun itu menjadikan Anda berhenti untuk berproses.

3. Meningkatkan produktivitas

Kepercayaan bahwa semua bakat dan kemampuan selalu bisa dikembangkan membuat para pemilik growth mindset sangat suka mengeksplorasi hal baru. Dengan kata lain, tujuan hidup mereka adalah untuk belajar dan berkembang.

Penerapan growth mindset dalam kehidupan sehari-hari

Semakin tertarik untuk menerapkan pola pikir yang berkembang pada diri Anda? Berikut beberapa contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Tidak takut untuk belajar

Seperti penjelasan sebelumnya, orang-orang dengan pola pikir berkembang akan terus terdorong dalam mengeksplorasi banyak hal. Maka dari itu, mereka tidak takut untuk belajar hal-hal baru dan menganggapnya sebagai sesuatu yang menyenangkan.

2. Menghargai kritik

Dalam berproses, pasti Anda akan menemui banyak kritikan dari orang lain, baik yang membangun maupun menjatuhkan. Terimalah setiap kritikan dengan berlapang dada dan fokuslah hanya pada kritik konstruktif atau membangun.

Jadikanlah kritik tersebut sebagai bahan bakar untuk memacu semangatmu menjadi lebih baik lagi.

3. Tidak apa-apa jika gagal

Merasakan berbagai emosi seperti sedih, kecewa, maupun marah ketika menghadapi kegagalan adalah hal wajar. Namun, jangan pernah berpikir bahwa kegagalan tersebut adalah akhir dari segalanya. Bangkit dan perjuangkan kembali tujuan Anda.

Cara mengembangkan pola pikir growth mindset

Untuk memiliki pola pikir berkembang tentu harus terus dilatih dan dikembangkan. Oleh karena itu, Populix telah merangkum beberapa cara mengembangkan pola pikir growth mindset yang dapat Anda terapkan berikut ini.

1. Refleksi diri

Supaya dapat terus belajar dan produktif secara positif, orang dengan pola pikir berkembang tidak lupa untuk melakukan refleksi diri. Hal ini bertujuan agar bisa tetap fokus pada tujuan dan prosesnya.

Anda dapat melakukan refleksi diri dengan cara bermeditasi di awal hari, menulis jurnal harian, rehat sejenak dari aktivitas harian, dan sebagainya.

2. Berdamai dengan diri sendiri

Para pemilik growth mindset tidak pernah memandang sebuah kegagalan atau kekurangan sebagai aib. Mereka percaya bahwa semua hal tersebut masih dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi dan menganggapnya sebagai bagian dari proses.

Maka dari itu, umumnya mereka memiliki kemampuan untuk menerima, memaafkan, serta berdamai dengan dirinya sendiri.

3. Nikmati proses

Fokuslah dan nikmati semua prosesnya, jangan terpaku pada standar apapun dari lingkungan Anda. Anggaplah bahwa hasil akhir yang sukses hanyalah sebagai bonus.

4. Berbagi dengan orang lain

Berbagi adalah tanda kepedulian, maka dari itu jangan ragu untuk membagikan kisah perjuangan Anda meraih sebuah keberhasilan. Selain dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, hal ini juga akan mengingatkan Anda supaya bisa menghargai semua proses yang telah dilalui.

5. Perbaiki pola bahasa

Seperti kata pepatah, apa yang Anda bicarakan mencerminkan pola pikir Anda. Oleh karena itu, cobalah untuk membiasakan diri dengan memilih kata-kata positif pada kehidupan sehari-hari atau ketika menghadapi suatu masalah.

Misalnya, daripada mengatakan “Ini sulit, saya tidak akan bisa” atau “Saya selalu gagal, saya menyerah” Anda dapat memilih kalimat seperti “Sepertinya ada yang terlewat, saya akan mengeceknya dan mencoba lagi” atau “Aku akan mencari tahu apa yang salah dan memperbaikinya”. Terlihat perbedaannya bukan?

Kalimat-kalimat positif tersebut akan berpengaruh guna terus mendorong Anda dalam belajar dan berproses.

Itu dia ulasan seputar apa itu growth mindset lengkap hingga manfaat memiliki serta cara mengembangkannya. Yuk terus belajar dan bagikan pendapat Anda yang akan membawa banyak dampak positif bagi para pelaku bisnis dengan menjadi responden Populix! Cek selengkapnya di sini.

Baca juga: Kaizen adalah Filosofi Bisnis dari Jepang, Ini Penerapannya

Artikel Terkait
Media Sosial Adalah: Contoh hingga Manfaatnya bagi Pebisnis
Tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan sehari-hari kita kini sudah cukup erat dengan media sosial. Mulai dari chat dengan teman, update status, sampai mencari informasi, semua kita lakukan lewat bantuan teknologi tersebut. Secara tidak langsung, media sosial adalah salah satu kebutuhan tiap orang. Namun, segala hal pasti ada manfaat dan kekurangannya, begitu pula pada media sosial. […]
Apa itu Cash Flow: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya
Jika Anda merasa gaji setiap bulan cepat habis, sepertinya Anda butuh mengevaluasi pengelolaan keuangan Anda. Mungkin cash flow adalah salah satu hal yang perlu Anda pelajari. Apa itu cash flow? Cash flow adalah laporan arus kas. Karena namanya laporan, tentu saja ini berisi detail alur keuangan yang masuk dan keluar. Cash flow tak hanya penting […]
Arti Produktivitas: Cara Menghitung dan Cara Meningkatkannya
Produktivitas adalah istilah umum yang sering digunakan pada berbagai model bisnis. Dalam hal ini, faktor paling penting untuk menunjang keberhasilan suatu bisnis adalah produktivitas karyawannya. Tanpa adanya produktivitas karyawan, tentu kegiatan operasional perusahaan tidak akan berjalan lancar. Inilah mengapa meningkatkan produktivitas kerja sangatlah penting. Lantas, apa yang dimaksud dengan produktivitas dan bagaimana cara meningkatkannya? Simak […]